Universitas Airlangga Official Website

Menilik Penghitungan dan Pengendalian Biaya pada Perkapalan

Foto dari kiri Ir Sjaifuddin Thahir MSc selaku pemateri dan Alfiyatul Qomariyah SAk MBA PhD selaku moderator. (Foto: Lady Khairunnisa Adiyani)
Foto dari kiri Ir Sjaifuddin Thahir MSc selaku pemateri dan Alfiyatul Qomariyah SAk MBA PhD selaku moderator. (Foto: Lady Khairunnisa Adiyani)

UNAIR NEWS – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga kembali menggelar CEO Mengajar Series. Kegiatan itu menghadirkan Ir Sjaifuddin Thahir MSc selaku President Director of Indonesia Marina Shipyard Founding Father and CEO of PT Berkah Citra Alshahira, Marine Consultant. Acara itu berlangsung di Aula Fadjar Lantai 2 FEB UNAIR, Kampus Dharmawangsa-B pada Jumat (29/09/2023). 

Ir Sjaifuddin mengatakan bahwa perlu untuk mengetahui sektor-sektor dalam perkapalan. Seperti memahami perbedaan antara perkapalan dan pelayaran.

“Perkapalan adalah sistem sebelum kapal turun ke laut, sedangkan pelayaran adalah sistem sesudah kapal turun ke laut,” ujar lulusan ITS itu. 

Besaran Biaya Perkapalan 

Ia menjelaskan bahwa dalam biaya perkapalan, ada beberapa komponen yang harus menjadi pehatian. Pertama adalah komponen biaya bahan bakar kapal. Di antaranya konsumsi bahan bakar, harga bahan bakar, efisiensi mesin, rute perjalanan, berat muatan, pengelolaan bahan bakar, serta regulasi emisi.

“Biaya bahan bakar merupakan biaya yang sangat mahal, bisa 40 persen sampai 70 persen dari biaya kapal,” ucapnya.

Selanjutnya adalah komponen biaya awak kapal. Biaya ini terbagi menjadi gaji awak kapal, tunjangan, pembayaran ekstra, biaya asuransi kesehatan dan kecelakaan, biaya pensiun, biaya perjalanan, biaya pelatihan, biaya rekrutmen, biaya perawatan kesehatan dan kesejahteraan.

“Awak kapal tidak mengeluarkan biaya pribadi. Saat ini gajinya awak kapal yang ada di Indonesia sesuai aturan MLC 2006,” imbuhnya

Kemudian perlu mengetahui biaya pemeliharaan dan perbaikan kapal. Biaya ini terbagi menjadi perawatan rutin, perbaikan mesin, perbaikan struktural, penggantian bagian kapal pengecatan dan pelapisan lambung kapal, pengedokan kapal, inspeksi dan sertifikasi, peralatan keselamatan kapal, tenaga kerja pemeliharaan dan perbaikan kapal. 

Terdapat pula komponen biaya asuransi kapal yang terdiri dari premi asuransi, tingkat premi asuransi, deductible asuransi, jenis asuransi, jangka waktu asuransi, biaya penambahan perlindungan kapal tambahan, biaya asuransi kapal terkait lokasi geografis kapal, biaya pemeliharaan catatan keamanan dan keselamatan, serta klaim sebelumnya.

“Asuransi di Indonesia hanya mampu mengatasi 10%, namun yang 90% masih dicover oleh pihak luar yang berasal dari London,” ucapnya. 

Selain itu, perlu juga memahami komponen biaya pelabuhan, komponen biaya depresiasi kapal, dan komponen biaya overhead kapal.

“Biaya overhead adalah biaya yang diluar biaya yang sebelumnya,” ujarnya.

Di akhir acara, Ir Sjaifuddin menegaskan kepada para mahasiswa Akuntansi FEB UNAIR untuk mencoba karir di bidang perkapalan.

“Akuntansi dalam perkapalan itu penting karena tidak akan lepas dari perhitungan biaya depresiasi perkapalan,” imbuhnya.

Penulis: Lady Khairunnisa Adiyani

Editor: Khefti Al Mawalia