Universitas Airlangga Official Website

Menteri Hingga Penulis Hadir dalam Webinar Series Berskala Internasional HMD Sasindo UNAIR

Dr H Sandiaga Salahuddin Uno BBA MBA (atas) dalam kegiatan Airlangga on Philology Webinar Series (ANPIBI) bertajuk History of Indonesian Traditional Food based on Manuscript pada Sabtu (24/9/2022). (Foto: SS Zoom Meeting)

UNAIR NEWS – Himpunan Mahasiswa Departemen Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Airlangga (UNAIR) kembali menyelenggarakan kegiatan berskala internasional. Kegiatan dalam bentuk webinar series itu diselenggarakan setiap hari Sabtu selama satu bulan penuh di bulan September 2022.

Hadir Menteri hingga Penulis

Webinar series bernama Airlangga on Philology Webinar Series (ANPIBI) tersebut menghadirkan berbagai pembicara mulai menteri, akademisi, hingga penulis. Dr H Sandiaga Salahuddin Uno BBA MBA Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI hadir pada Sabtu (24/9/2022). Hilmar Farid PhD Direktur Jenderal Kebudayaan Kemdikbud Ristek RI dan Sinarto SKar MM Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur turut hadir mengisi acara.

Sementara dari kalangan akademisi, hadir Moch Ali SS MA Min dosen Departemen Bahasa dan Sastra Indonesia UNAIR, Dr Junaini Kasdan dosen Universitas Kebangsaan Malaysia, Dr Abimardha Kurniawan SHum MA dosen Departemen Bahasa dan Sastra Indonesia UNAIR. Hadir pula penulis Serat Centhini Achmad Chodjim pada Sabtu (17/9/2022).

Kegiatan Airlangga on Philology Webinar Series (ANPIBI) bertajuk History of Indonesian Traditional Food based on Manuscript pada Sabtu (24/9/2022). (Foto: SS Zoom Meeting)
Lestarikan Budaya Indonesia

Suci Ketua Pelaksana ANPIBI UNAIR mengatakan, ANPIBI menjadi media bertukar informasi tentang budaya dan kuliner Indonesia, sekaligus kegiatan UNAIR untuk melestarikan budaya Indonesia.

“Oleh karena itu hadir juga 38 mahasiswa asing dari Filipina, Pakistan, Nigeria dan Yaman. Juga hadir 40 mahasiswa dari bidang peminatan Filologi. Juga undangan kepada Dekan Fakultas Ilmu Budaya UNAIR, Ketua Airlangga Global Engagement (AGE), dan dosen-dosen Departemen Bahasa dan Sastra Indonesia UNAIR,” terang Suci.

Kegiatan tersebut tidak hanya menghadirkan pembicara yang luar biasa, tetapi juga penampilan seni yang menarik, seperti tari remo, tari saman, tari reog, dan karawitan. Selain itu, ada juga virtual tour museum.

Pada akhir, kegiatan tersebut diselenggarakan dalam rangka tindak lanjut kemenangan Himpunan Mahasiswa Departemen Bahasa dan Sastra Indonesia UNAIR dalam memperoleh pendanaan dari AGE. “Kami berterima kasih banyak kepada AGE yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini,” jelas Suci. (*)

Penulis : Tristania Faisa Adam

Editor : Binti Q Masruroh