Universitas Airlangga Official Website

Mie Daun Kelor Ampuh Cukupi Kebutuhan Gizi Anak

Ilustrasi oleh Trubus.id

Masalah kekurangan gizi rentan terjadi di wilayah rawan pangan, dimana ketersediaan makanan maupun akses terhadap makanan terbatas. Kondisi kekurangan gizi tentu dapat membawa dampak buruk bagi kesehatan, utamanya pada anak-anak. Jika anak-anak mengalami kekurangan gizi, dapat memengaruhi konsentrasi belajar hingga dapat menurunkan IQ anak.

Salah satu cara yang dapat digunakan untuk menanggulangi rawan pangan adalah dengan memanfaatkan bahan makanan di sekitar lingkungan rumah, terutama bahan pangan liar yang tidak perlu dibudidayakan. Cara tersebut cukup ampuh karena makanan dapat didapatkan sewaktu-waktu tanpa merogoh kocek yang dalam.

Penelitian kami berfokus pada pengembangan produk mie kelor untuk anak sekolah. Dari penelitian sebelumya, kelor diketahui merupakan salah satu tanaman liar yang banyak berada di wilayah sekitar, namun kurang termanfaatkan. Utamanya pada anak-anak, kelor kurang disukai karena rasanya yang pahit. Oleh karena itu, kami memiliki ide untuk mengembangkan kelor menjadi mie, dimana mie ini dapat dimakan sebagai makanan utama maupun sebagai snack.

Dalam penelitian ini, selain mengembangkan beberapa formula mie kelor (total 2 formula), kami juga menguji bagaimana penerimaan anak sekolah terhadap produk mie kelor. Mie kelor diproduksi menggunakan bahan-bahan sederhana antara lain, tepung gandum, tepung singkong, telur, minyak, garam dan daun kelor. Pembuatan yang sederhana ini diharapkan dapat dipraktekkan secara mandiri di rumah.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua formula mie daun kelor lebih disukai dibandingkan dengan mie biasa, dan dibandingkan kedua formula, formula 1 memiliki rata-rata nilai kesukaan yang paling tinggi dibandingkan formula 2, dilihat dari segi aroma, warna, tekstur, dan rasa. Selain dari segi penerimaan, kami juga menilai kandungan nilai gizi dan komponen bioaktif pada produk mie kelor.

Hal menarik lain yang dapat diambil dari penelitian ini adalah bahwa ternyata, produk mie kelor terbukti mengandung vitamin A yang tinggi dibandingkan produk mie biasa dan dapat memenuhi kebutuhan vitamin A harian anak. Selain vitamin A, vitamin C juga terkandung dalam produk ini, dibandingkan produk mie biasa yang tidak mengandung vitamin C. Kandungan kalsium juga 2 – 3 kali lipat lebih tinggi dibandingkan produk mie biasa. Selain itu, produk mie kelor juga terbukti mengandung senyawa bioaktif flavonoid, yaitu myrecyetin, quercetin, dan kaempferol. Ketiga senyawa bioaktif tersebut sangat berguna sebagai antioksidan. Jadi, mie kelor ini cukup menjanjikan, lho, untuk dikonsumsi oleh anak usia sekolah.

Penulis: Qonita Rachmah, S.Gz., M.Sc(Nutr&Diet)

Informasi detail dari penelitian ini dapat dilihat pada artikel kami di Preventive Nutrition and Food Science. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6941721/

Adi, A. C., Rachmah, Q., & Arimbi, A. N. (2019). The Acceptance and Nutritional Value of Crispy Noodles Supplemented with Moringa oleifera as a Functional Snack for Children in a Food Insecure Area. Preventive Nutrition and Food Science24(4), 387.