Universitas Airlangga Official Website

Miksoma Jantung: Tumor Langka Penyebab Gagal Jantung Akut pada Anak

Pembuka
Penyakit jantung sering kali diasosiasikan dengan usia lanjut, namun ada beberapa kondisi langka yang dapat memengaruhi anak-anak, salah satunya adalah miksoma jantung. Miksoma adalah tumor jinak yang berasal dari jantung, dengan prevalensi yang sangat rendah pada populasi anak-anak. Meski jarang, kondisi ini memiliki potensi fatal karena dapat menyebabkan gagal jantung akut, emboli sistemik, atau bahkan kematian mendadak jika tidak segera ditangani. Artikel ini membahas sebuah kasus di Indonesia, di mana seorang anak berusia 9 tahun mengalami gagal jantung akut akibat miksoma jantung. Laporan ini memberikan wawasan tentang gejala, diagnosis, dan penanganan yang diperlukan untuk penyakit langka ini.
Penjelas
Miksoma jantung adalah salah satu jenis tumor jinak yang paling umum pada orang dewasa, namun sangat jarang ditemukan pada anak-anak. Sebagian besar miksoma terletak di serambi kiri jantung, berbentuk bulat atau oval, dan bertangkai, sehingga memungkinkan pergerakannya mengikuti aliran darah selama siklus jantung. Karakteristik ini dapat menyebabkan hambatan mekanis aliran darah, terutama ketika miksoma bergerak menuju bilik kiri selama diastol.
Pada kasus ini, seorang anak perempuan berusia 9 tahun datang ke rumah sakit dengan keluhan sesak napas progresif yang dirasakan selama satu bulan. Gejala ini memburuk ketika pasien berbaring, memaksanya tidur dalam posisi duduk atau setengah berbaring. Selain itu, ia juga mengalami kelelahan ekstrem, penurunan berat badan hingga 3 kg dalam dua bulan terakhir, dan nafsu makan yang berkurang. Pemeriksaan fisik menunjukkan adanya suara tambahan jantung, tekanan darah rendah (92/61 mmHg), dan saturasi oksigen 93%.
Pemeriksaan ekokardiografi menunjukkan adanya massa bulat berukuran 3×3,3 cm di serambi kiri jantung. Massa ini tampak bergerak menuju bilik kiri selama fase diastolik, menghalangi aliran darah, dan menyebabkan berbagai komplikasi, termasuk hipertensi pulmonal dan regurgitasi katup mitral. Diagnosis definitif sebagai miksoma dikonfirmasi setelah pembedahan pengangkatan massa. Hasil analisis histopatologi menunjukkan tumor padat dengan diameter 4×3,3 cm yang mengandung area kista kecil berisi cairan cokelat.
Miksoma dapat menyebabkan berbagai manifestasi klinis, mulai dari gejala kardiovaskular seperti sesak napas, kelelahan, hingga komplikasi sistemik akibat emboli. Dalam kasus ini, anak tersebut menunjukkan gejala klasik obstruksi mekanis, yang akhirnya menyebabkan gagal jantung akut. Miksoma jantung juga dapat menyebabkan komplikasi emboli jika fragmen tumor lepas ke sirkulasi sistemik, yang berpotensi mengancam nyawa.
Penanganan utama untuk miksoma jantung adalah pembedahan. Dalam kasus ini, pasien dirujuk ke rumah sakit tersier untuk menjalani operasi jantung terbuka darurat. Tumor berhasil diangkat tanpa komplikasi, dan pasien menunjukkan pemulihan yang baik selama masa tindak lanjut tujuh bulan.
Simpulan
Miksoma jantung, meski langka, adalah salah satu penyebab potensial gagal jantung akut pada anak yang memerlukan perhatian serius. Gejala awalnya sering kali tidak spesifik, seperti sesak napas dan kelelahan, sehingga membutuhkan pemeriksaan lanjutan, seperti ekokardiografi transtorasik, untuk memastikan diagnosis. Penanganan tepat waktu melalui pembedahan dapat mencegah komplikasi fatal, termasuk emboli dan kematian mendadak. Kasus ini memberikan pelajaran penting tentang pentingnya diagnosis dini dan penanganan yang cepat pada pasien dengan gejala mencurigakan. Dengan meningkatnya kesadaran di kalangan tenaga medis, prognosis pasien dengan miksoma jantung dapat ditingkatkan, terutama pada populasi anak-anak yang jarang terdampak.

Sumber :
Hermawati, N. I. E., Achmad, N. H. A., Saputra, N. P. B. T., Rahardjo, N. R. K., Wardhani, N. S., & Soebroto, N. H. (2024). Cardiac myxoma as a rare acute heart failure etiology in paediatrics: A case report. Journal of the Pakistan Medical Association, 74(6 (Supple)), S88–S91. https://doi.org/10.47391/jpma.s6-acsa-18