UNAIR NEWS – Reformasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) UNAIR sebagai rumah pengembangan organisasi terus menciptakan pemimpin muda yang harmonis, sinergis, dan strategis. Hal itu menjadi wujud merealisasikan dampak yang nyata, positif, dan berkelanjutan bagi mahasiswa FPK UNAIR dengan berlandas pada Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Melalui hasil PEMIRA FPK 2022, roda penggerak BEM FPK akan berpindah tangan kepada ketua dan wakil ketua baru yang terpilih. Yaitu, Tegar Pambudi Sulistiyo dari program studi Teknologi Hasil Perikanan sebagai ketua bersama dengan Shafa Aisyah Rahmalia dari program studi Akuakultur sebagai wakilnya.
Ketua BEM FPK terpilih Tegar mengangkat empat misi utama. Yaitu, Organization transformation, Collaborative actions, Talent development, International and digital orientation. Visi misi dari kabinet yang dipimpin Tegar mengusung semangat #AksiKolaborasi.
“Keseluruhan visi dan misi kami rangkum dalam tagline #AksiKolaborasi. Di mana
kata Aksi memiliki akronim dari A itu actual, K itu knowability, S itu synergy dan I yang berarti integrity,” ungkapnya.
Tegar mengatakan memberikan dedikasi terhadap organisasi telah memberikan kesempatan untuk mengembangkan potensi dan motivasi bagi dirinya. Sehingga softskill kepemimpinannya akan semakin terasah dan dapat meningkatkan value diri. Selain itu, berputarnya waktu juga mendorong upaya perbaikan agar menjadi semakin sempurna dari periode sebelumnya.
“Tidak hanya itu, motivasi saya untuk maju sebagai ketua BEM ialah untuk menjadikan BEM FPK menjadi lebih baik daripada periode sebelumnya,” katanya.
Tak hanya mendorong peningkatan kinerja dari periode sebelumnya, menurut Tegar, sebagai seoran pemimpin harus mampu merangkul rekan kerjanya dalam mencapai visi misi yang telah ditentukan. Namun, tetap memperhatikan nilai kerja dari rekan dalam organisasi tersebut, agar roda organisasi berjalan dengan optimal. Karena menurunya kredibilitas seorang pemimpin tidak hanya dilihat sebagai pemegang posisi tertinggi saja, namun harus bisa merangkul seluruh anggota di bawahnya.
“Pemimpin tidak hanya duduk di kursi yang paling atas, namun pemimpin harus turun kebawah untuk merangkul keseluruhan anggota organisasi,” ujarnya.
Mahasiswa FPK angkatan 2020 tersebut berharap dapat memberikan dampak yang nyata bagi mahasiswa, fakultas, maupun universitas. Dengan membentuk suasana kepengurusan kerja yang harmonis dan progresif untuk kemajuan gerak organisasi.
“Hal yang ingin saya ubah dalam kepengurusan saya dari kepengurusan sebelumnya ialah suasana kerja dalam internal BEM agar lebih harmonis dan progresif,” tuturnya.
Penulis: Monika Astria Br Gultom
Editor Feri Fenoria





