Universitas Airlangga Official Website

Negara dengan GDP Tertinggi di Dunia, Tapi Banyak Gelandangan

Sejak runtuhnya Uni Sovyet pada tahun 1991 maka hanya Amerika Serikat yang menyandang gelar negara Adi Kuasa atau Super Power di dunia ini. Maklum negeri Paman Sam ini  menjadi pusat inovasi, memiliki banyak perusahaan Multinational atau MNC, menjadi pusat keuangan dan perbankan dunia, menjadi pusat kemajuan teknologi, media baik media cetak, elektronik maupun sosial media seperti facebook, google, X, Instagram, entertainment seperti Hollywood, menjadi pusat perguruan tinggi ternama dunia, menjadi satu-satunya kekuatan militer dunia.

Menurut data terakhir, sampai saat ini negara Amerika Serikat masih menduduki peringkat nomor satu sebagai negara yang paling kaya dan berkuasa di planet ini. Amerika Serikat yang berpenduduk 339,9 juta jiwa itu memiliki GDP paling besar yaitu US$ 28,78 trillion. Sementara pesaing utamanya yakni Cina yang berpenduduk 1,42 milyar orang ini GDP nya US$ 18,53 trillion, disusul jerman dengan penduduk 83,2 juta jiwa GDP nya mencapai 4,59 trillion. Rusia yang sedang berperang di Ukraina dengan penduduknya mencapai 144 juta jiwa GDP nya US$ 2,06 trillion.

Dengan dominasi diberbagai bidang didunia ini negeri Paman Sam ini menjadi referensi negara-negara lain untuk mengejar kemajuan di bidang-bidang tersebut.

Namun negara Adi Kuasa ini tidak bisa menutup-nutupi kondisi sosial warganya yang semakin menurun terutama dalam hal mereka yang terpaksa menjadi gelandangan atau tunawisma, dan khsusus soal ini tidak ada negara di dunia ini yang ingin memiliki kondisi seperti itu.

Memang orang akan terheran-heran melihat negara Adidaya, paling kaya, makmur dan kuat didunia ini mempunyai ribuan tunawisma diberbagai kota besarnya dimana mereka tidur di pinggir-pinggir jalan, di emperan toko dsb dengan kondisi yang menyedihkan. Di tahun 2016 lalu saja saya pernah berjalan-jalan di area Walk of Fame yang terkenal di Hollywood saya banyak jumpai gelandangan atau tunawisma ini. Pada tahun 2024 ini jumlah tunawisma di AS semakin meningkat.

Jadi jangan heran kondisi perekonomian di Amerika Serikat tidak seperti jaman kejayaannya dulu. Tingkat inflasi yang tinggi, naiknya cost of living atau biaya hidup, banyaknya PHK dsb menyebabkan Amerika Serikat dipenuhi tunawisma, hal ini juga menyebabkan tingkat kriminal juga semakin meningkat.

Kota New York sampai saat ini memiliki jumlah gelandangan yang paling banyak sekitar 88 ribu orang, disusul kota Los Angeles sebanyak sekitar 77 ribuan disusul kota-kota lainnya.

Namun, orang yang menjadi tunawisma di AS kondisinya berbeda di setiap daerah. Misalnya, sekitar 70% tunawisma Los Angeles tidak memiliki tempat tinggal, tetapi 6% tunawisma New York tidak memiliki tempat tinggal. San Jose/Santa Clara, CA, Raleigh/Wake County, NC, dan Tucson/Pima County, AZ memiliki proporsi tertinggi tunawisma yang tidak memiliki tempat berlindung, sekitar 75%. Milwaukee, Boston, dan New York City memiliki proporsi tertinggi tunawisma yang memiliki tempat berlindung.

Sahabat saya yang bermukim di Los Angeles sering memberikan informasi tentang banyaknya tindakan kriminalitas berupa pencurian, perampokan, perampasan, penyerbuan ke toko-toko yang menjual produk-produk branded, meningkatnya pemakaian narkotik dsb. Sampai -sampai Konjen RI di Los Angeles pernah memberikan peringatan kepada WNI kita yang berada di Los Angeles untuk berhati-hati bila keluar rumah, dan menghindari tempat-tempat yang rawan tindakan kriminal.

Saya bangga kota kelahiran saya dan tempat saya kuliah yaitu Surabaya dimana sebagian besar wilayahnya tidak saya jumpai gelandangan seperti yang ada di Amerika Serikat itu.