Universitas Airlangga Official Website

Nisekai Ajak Anak Panti Asuhan Asah Kreativitas Lewat Seni Origami

Mahasiswa Himpunan Mahasiswa Bahasa dan Sastra Jepang FIB UNAIR bersama anak-anak Panti Asuhan Darussalam Surabaya dalam agenda SEMANIS (Foto: Dok Narasumber)
Mahasiswa Himpunan Mahasiswa Bahasa dan Sastra Jepang FIB UNAIR bersama anak-anak Panti Asuhan Darussalam Surabaya dalam agenda SEMANIS (Foto: Dok Narasumber)

UNAIR NEWS – Sebagai bagian dari komitmen mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi, mahasiswa memiliki kewajiban untuk berkontribusi dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Dalam semangat itu, Himpunan Mahasiswa Bahasa dan Sastra Jepang Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga (UNAIR) atau yang akrab disebut Nisekai, menyelenggarakan kegiatan bakti sosial bertajuk Senyum Bersama Nisekai (SEMANIS). Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu (14/6/2025) di Panti Asuhan Darussalam, Surabaya.

Ketua Pelaksana Kegiatan, Megumi Nadya Setiyawan, menjelaskan bahwa SEMANIS merupakan program kerja tahunan yang telah berlangsung selama dua tahun berturut-turut. Program ini dirancang untuk memberi manfaat nyata bagi anak-anak panti asuhan. Khususnya mereka yang kurang beruntung dalam segi ekonomi maupun perhatian emosional. “Melalui kegiatan ini, kami ingin membawa kebahagiaan sederhana. Menciptakan momen menyenangkan, serta membangun semangat anak-anak melalui interaksi dan gim,” ujarnya.

Tidak sekadar memberikan donasi dalam bentuk kebutuhan pokok dan bantuan finansial, tahun ini SEMANIS juga menonjolkan kegiatan interaktif sebagai bagian utama dari rangkaian acaranya. Salah satu kegiatan yang dihadirkan adalah sesi pembuatan origami, seni melipat kertas khas Jepang.

Megumi menjelaskan bahwa pemilihan origami bukan tanpa alasan. “Origami merupakan salah satu kebudayaan Jepang dan kami ingin mengenalkan itu kepada anak-anak. Kami memilih membuat origami berbentuk burung karena punya filosofi yang cukup bagus. Burung dianggap sebagai keberuntungan, kebebasan, dan spiritualitas,” tuturnya. 

Hasil origami mahasiswa dan anak-anak dalam agenda SEMANIS (Foto: Dok Narasumber)
Hasil origami mahasiswa dan anak-anak dalam agenda SEMANIS (Foto: Dok Narasumber)

Meski awalnya anak-anak sempat kesulitan dalam mengikuti langkah-langkah melipat origami, antusiasme mereka tetap tinggi. “Kami melakukan pendekatan dan membimbing, mengajari bagaimana caranya melipat dengan urutan langkah yang benar hingga selesai,” tambah Megumi.

Selain origami, Megumi mengatakan bahwa terdapat kegiatan interaktif lainnya yang cukup menghibur adalah sambung kata. “Moderator memberikan satu kata untuk memulai dan anak-anak akan menyambung kata dengan mengulang kalimatnya terlebih dahulu. Kegiatan ini secara tidak langsung melatih konsentrasi dan daya ingat mereka,” paparnya.

Pada akhir, Megumi menyampaikan harapannya akan keberlanjutan program kerja SEMANIS ini. “Harapannya program kerja ini dapat berlanjut di kepengurusan selanjutnya. Hasil dari evaluasi dapat dijadikan pembelajaran untuk kegiatan setelahnya,” ucapnya.

Ia menegaskan bahwa program kerja ini dapat menularkan energi positif bagi anak-anak panti asuhan. “Harapannya pula program kerja ini dapat memberikan dampak positif bagi anak-anak panti asuhan dari segi emosional dan sosial. Melalui interaksi dan gimyang diberikan, anak-anak memiliki kesempatan untuk bersosialisasi dengan orang baru,” pungkasnya.

Penulis: Selly Imeldha

Editor: Yulia Rohmawati