UNAIR NEWS – Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa Universitas Airlangga. Ahmad Nizar Syahputra, mahasiswa Program Studi Matematika Fakultas Sains dan Teknologi angkatan 2024, berhasil meraih medali perak dalam ajang International Walisongo Science Competition (IWSC) 2025 bidang Matematika.
Meski masih berstatus mahasiswa baru, Nizar sudah mampu bersaing di tingkat internasional. Ia mengaku pencapaian ini menjadi motivasi untuk terus berkembang. “Alhamdulillah, rasanya tentu sangat bersyukur dan bangga. Prestasi ini bagi saya bukan akhir, tapi motivasi untuk terus belajar, berlatih, dan mengembangkan diri agar bisa memberikan hasil yang lebih baik lagi,” ungkapnya.

Awal Ketertarikan dan Persiapan
Kecintaan Nizar pada matematika sudah tumbuh sejak lama. Hobi tersebut yang mendorongnya aktif mengikuti kompetisi, termasuk di level internasional. “Rasanya seru kalau bisa ikut lomba yang sesuai hobi saya. Selain mengasah kemampuan, juga menambah pengalaman baru,” jelasnya.
Dalam persiapan, Nizar memperdalam materi melalui buku referensi dan sumber relevan. Ia juga rutin mengerjakan soal, terutama dari kompetisi sebelumnya. “Saya berusaha mengatur waktu belajar dengan baik agar persiapan lebih maksimal,” tambahnya.
Pengalaman Berkesan dan Tantangan
Dari berbagai lomba yang pernah diikuti, Nizar menyebut Mathematical Analysis & Geometry Day (MaG-D XVI) 2025 di ITB sebagai salah satu yang paling berkesan. Pada ajang itu, ia berhasil meraih medali perunggu. “Atmosfer persaingan secara luring sangat berbeda. Saya bisa bertemu langsung dengan peserta dari berbagai universitas,” kenangnya.
Namun, IWSC 2025 juga meninggalkan kesan mendalam karena menjadi ajang internasional pertama yang mengantarkannya meraih medali perak.

Nizar tidak menampik pernah menghadapi kesulitan saat lomba, terutama ketika waktu terbatas dan soal terasa sangat sulit. Ia mengatasinya dengan tetap tenang, fokus pada soal yang dikuasai, dan mengatur strategi pengerjaan. Menurutnya, pengalaman mengikuti kompetisi bukan hanya soal menang atau kalah, tetapi juga melatih mental, pola pikir kritis, problem solving, serta kemampuan beradaptasi dalam tekanan.
Di balik keberhasilannya, dukungan keluarga, teman, dan dosen menjadi faktor penting. “Dukungan terbesar tentu dari keluarga yang selalu memberi doa. Teman-teman dan dosen di Prodi Matematika juga banyak memberi motivasi dan arahan,” ujarnya. Ia berharap mahasiswa UNAIR lain juga berani mencoba, karena setiap lomba selalu memberikan pelajaran berharga dan pengalaman akademik yang sangat berharga serta bermanfaat luas.
Penulis: Dara Devinta Faradhilla
Editor: Ragil Kukuh Imanto





