Universitas Airlangga Official Website

Nurse Labour Marker, Inovasi Digital untuk Karir Perawat di Kancah Dunia

Pengenalan aplikasi Pasar Perawat Kerja oleh Prof Ferry Efendi SKep Ns MSc PhD kepada peserta webinar
Pengenalan aplikasi Pasar Perawat Kerja oleh Prof Ferry Efendi SKep Ns MSc PhD kepada peserta webinar (Foto: Tangkapan layar Zoom Meeting)

UNAIR NEWS – Profesi perawat kerap disebut sebagai salah satu jantung layanan kesehatan. Namun, kenyataannya ribuan lulusan keperawatan Indonesia masih berjuang menemukan pekerjaan yang layak. Data tahun 2012 mencatat, lebih dari 12 ribu lulusan perawat belum terserap pasar kerja. Kondisi inilah yang menjadi salah satu dasar Universitas Airlangga (UNAIR) melalui Research Center in Advancing Community Healthcare (REACH). Di mana mereka mengembangkan aplikasi Pasar Kerja Perawat atau Nurse Labour Market (NLM) berbasis digital. 

Inovasi tersebut dipaparkan oleh Prof Ferry Efendi SKep Ns MSc PhD dalam webinar From Research to Industry: Driving Innovation For Community Well Being. Transforming Ideas Into Solutions That Empower Communities. Forum tersebut berlangsung pada Senin (29/9/2025). 

Pihaknya menegaskan bahwa NLM bukan sekadar aplikasi, melainkan jawaban atas tantangan global. Pasar Kerja Perawat hadir dengan tujuan menjawab tantangan ketenagakerjaan di bidang keperawatan. Selain itu, mendukung pengembangan karir, perencanaan tenaga kerja, serta memperkuat sistem kesehatan melalui penyediaan SDM keperawatan yang kompeten.

Prof Ferry yang juga merupakan Ketua REACH UNAIR menjelaskan bahwa tantangan perawat terbagi dalam tiga tahap. Yakni pra-migrasi, migrasi, dan pasca-migrasi. Mulai dari hambatan bahasa, kesulitan adaptasi budaya, hingga risiko deskilling dan kesehatan mental seperti homesickness

Prof Ferry Efendi SKep Ns MSc PhD sedang memaparkan tantangan perawat Indonesia pada webinar From Research to Industry, Senin (29/9/2025)
Prof Ferry Efendi SKep Ns MSc PhD sedang memaparkan tantangan perawat Indonesia pada webinar From Research to Industry, Senin (29/9/2025) (Foto: Tangkapan layar Zoom Meeting)

Ia menambahkan bahwa beberapa orang Indonesia memaknai prinsip ‘hujan batu di negeri sendiri lebih baik daripada hujan emas di negeri orang’ dengan kurang bijak. Sehingga tidak berani melangkah ke luar. Di sisi lain, pihaknya mengatakan jika perawat Indonesia punya modal besar.. “Mereka dikenal ramah, punya keahlian, dan bisa menjadi duta bangsa,” ujarnya.

Aplikasi NLM lengkap dengan fitur komprehensif. Pada masa pendidikan, ada layanan tryout Uji Kompetensi (UKOM) online serta MnemoNurse untuk melatih ingatan materi. Setelah lulus, pengguna bisa mengakses lowongan kerja dalam maupun luar negeri. Kemudian, juga membuat CV digital, hingga mendapatkan panduan tips wawancara dan negosiasi gaji. “Kami menghadirkan fitur tips and tricks yang praktis. Ada juga cara menulis CV menarik sampai strategi menghadapi pertanyaan sulit saat wawancara, semua ada di aplikasi ini,” ungkapnya.

Selain itu, NLM menyediakan menu terkait pendidikan keperawatan berkelanjutan yang berisi informasi magang, pelatihan, hingga sertifikasi tambahan. Ada pula fitur FAQ Loker 24 jam untuk memperbarui lowongan secara real time, serta fitur berbagi info kerja yang memperkuat jejaring antarperawat. 

Sejak diluncurkan, aplikasi ini telah diunduh lebih dari 8.000 kali di tujuh negara. Termasuk Jepang, Hungaria, Arab Saudi, Taiwan, Srilangka hingga Inggris, dengan rating nyaris sempurna 4,9 dari 5.  “Ke depan, kami akan mengintegrasikannya dengan kecerdasan buatan (AI) dan meluncurkan versi iOS agar semakin mudah diakses,” pungkas Prof Ferry.

Dengan slogan Your partner to finding a decent work in nursing, NLM harapannya bisa terus berkembang menjadi sebuah gerakan kolektif untuk meningkatkan martabat perawat Indonesia di tingkat global.

Penulis: Panca Ezza Aisal Saputra

Editor: Yulia Rohmawati