Universitas Airlangga Official Website

Olahraga Kombinasi Menjadi Kunci Menekan Peradangan pada Obesitas

Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)
Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)

Obesitas merupakan salah satu masalah kesehatan yang terus meningkat di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Kondisi ini tidak hanya berkaitan dengan penumpukan lemak berlebih, tetapi juga berhubungan dengan peradangan kronis tingkat rendah di dalam tubuh. Jaringan lemak yang berlebihan dapat menghasilkan zat proinflamasi, seperti TNF-α dan IL-6, yang berperan dalam berbagai gangguan metabolisme, termasuk resistensi insulin, diabetes melitus, dan penyakit kardiovaskular. Akibatnya, obesitas bukan hanya persoalan penampilan, tetapi juga kondisi medis yang dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis dan menurunkan kualitas hidup.

Dalam beberapa tahun terakhir, olahraga telah dikenal sebagai salah satu metode nonfarmakologis yang efektif untuk mengatasi obesitas dan dampak kesehatannya. Selain membantu membakar kalori dan menurunkan berat badan, olahraga juga memiliki efek antiinflamasi yang bermanfaat bagi kesehatan metabolik. Namun, tidak semua jenis olahraga memberikan efek yang sama. Salah satu pendekatan yang kini mendapat perhatian adalah olahraga kombinasi, yaitu gabungan antara latihan aerobik dan latihan kekuatan. Latihan aerobik berperan dalam meningkatkan kapasitas jantung dan pembakaran lemak, sedangkan latihan kekuatan membantu meningkatkan massa otot dan metabolisme tubuh. Kombinasi keduanya diyakini dapat memberikan manfaat yang lebih optimal dalam mengurangi peradangan.

Sebuah penelitian yang dilakukan pada wanita obesitas berusia 20 hingga 30 tahun di Indonesia mencoba mengevaluasi pengaruh olahraga kombinasi intensitas sedang terhadap penurunan peradangan. Penelitian ini melibatkan 16 partisipan yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok yang menjalani program olahraga kombinasi dan kelompok kontrol yang tidak menjalani intervensi olahraga. Program olahraga dilakukan selama empat minggu dengan frekuensi lima kali per minggu. Setiap sesi terdiri dari latihan aerobik menggunakan treadmill selama 30 hingga 40 menit dengan intensitas sedang, kemudian dilanjutkan dengan latihan kekuatan menggunakan metode circuit training yang melatih otot tubuh bagian atas dan bawah. Sebelum dan setelah periode intervensi, dilakukan pemeriksaan darah untuk mengukur kadar TNF-α dan IL-6 sebagai indikator peradangan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah empat minggu menjalani olahraga kombinasi, terjadi penurunan yang signifikan pada kadar TNF-α dan IL-6 pada kelompok yang melakukan olahraga. Sebaliknya, kelompok kontrol tidak menunjukkan perubahan yang berarti. Temuan ini menunjukkan bahwa olahraga kombinasi intensitas sedang efektif dalam mengurangi peradangan sistemik pada wanita obesitas. Penurunan kadar sitokin proinflamasi ini menunjukkan bahwa olahraga tidak hanya memberikan manfaat pada kebugaran fisik, tetapi juga berperan dalam memperbaiki kondisi fisiologis tubuh secara mendalam.

Efek antiinflamasi dari olahraga kombinasi terjadi melalui beberapa mekanisme biologis. Latihan aerobik membantu meningkatkan sensitivitas insulin dan meningkatkan penggunaan glukosa oleh otot, sehingga mengurangi kondisi metabolik yang memicu peradangan. Selain itu, olahraga juga meningkatkan proses pembakaran lemak, sehingga mengurangi jumlah jaringan lemak yang menjadi sumber utama produksi zat inflamasi. Di sisi lain, latihan kekuatan merangsang otot untuk menghasilkan zat antiinflamasi yang disebut myokine, yang berperan dalam menekan proses peradangan dan memperbaiki keseimbangan metabolisme tubuh. Kombinasi kedua jenis latihan ini memberikan efek yang saling melengkapi dalam mengurangi peradangan.

Intensitas olahraga juga menjadi faktor penting dalam menentukan manfaat yang diperoleh. Olahraga dengan intensitas sedang terbukti efektif dalam menurunkan peradangan tanpa menyebabkan stres berlebihan pada tubuh. Sebaliknya, olahraga dengan intensitas terlalu tinggi dapat menyebabkan kerusakan otot dan memicu peradangan sementara. Oleh karena itu, olahraga intensitas sedang menjadi pilihan yang aman dan efektif, terutama bagi individu dengan obesitas yang baru memulai program latihan.

Temuan ini menunjukkan bahwa olahraga kombinasi intensitas sedang merupakan strategi yang efektif, aman, dan relatif mudah diterapkan untuk membantu mengurangi peradangan pada wanita obesitas. Bahkan dalam waktu yang relatif singkat, yaitu empat minggu, olahraga sudah dapat memberikan manfaat yang signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa perubahan gaya hidup sederhana, seperti melakukan olahraga secara teratur, dapat memberikan dampak besar terhadap kesehatan.

Secara keseluruhan, olahraga kombinasi intensitas sedang tidak hanya membantu meningkatkan kebugaran fisik, tetapi juga berperan dalam memperbaiki kesehatan metabolik dan mengurangi risiko penyakit kronis yang berkaitan dengan obesitas. Dengan demikian, olahraga teratur dapat menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan dan penanganan obesitas, sekaligus membantu meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.