n

Universitas Airlangga Official Website

Oxford Business Group Sambangi UNAIR Bahas Potensi Kerjasama

(Dari kiri) Wakil Rektor III, Country Director Oxford Business Group, dan Sekretaris International Office and Partnership. (Foto: Helmy Rafsanjani)

UNAIR NEWS – Keunggulan Universitas Airlangga di bidang kesehatan membuat Country Director Oxford Business Group (OBG), Federica Petrilili, berkunjung guna menjajaki potensi kerjasama. Pertemuan antara Direktur OBG dan Wakil Rektor III UNAIR dilangsungkan di ruang kerja wakil rektor, Kamis (27/4).

Dalam pertemuan tersebut, Federica memberikan apresiasi terhadap bidang penelitian dan pengembangan yang dilakukan peneliti UNAIR di bidang kesehatan. Menurutnya, kontribusi peneliti UNAIR di bidang kesehatan telah memperoleh pengakuan dari kalangan internasional. Salah satunya, adalah penelitian di bidang penyakit tropik dan pengembangan sel punca.

“Hal ini yang membuat research and development tumbuh jauh lebih baik. Ini bagus untuk pengembangan ke depannya,” ucap Federica.

Berangkat dari itu, OBG berniat untuk menjalin kerjasama mutualisme di antara keduanya. “Ini bagian dari langkah untuk bertukar informasi dengan UNAIR. Tepat bulan Juni, kami akan kembali membicarakan bebarapa hal yang penting untuk dibahas,” tutur Federica.

Dalam pertemuan itu, Wakil Rektor III Prof. Ir. M. Amin Alamsjah, Ph.D., memaparkan potensi yang dimiliki sivitas akademika UNAIR. Amin mengatakan, UNAIR saat ini terus mengupayakan diri untuk mencapai targetnya menjadi 500 perguruan tinggi terbaik di dunia.

Wakil Rektor III yang didampingi Sekretaris International Office and Partnership, Margaretha Rehulina, menambahkan bahwa UNAIR terletak di kota terbesar kedua di Indonesia, Surabaya. Kota ini dijadikan sebagai daerah tujuan investasi ekonomi, keragaman budaya, dan tujuan studi. Sehingga, tak heran, saat ini UNAIR memiliki 38ribu mahasiswa aktif. Mereka tak hanya berasal dari Indonesia melainkan pula luar negeri.

“UNAIR juga memiliki program AMERTA (Academic Mobility for Undergraduate Student) yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa asing untuk melanjutkan studi di UNAIR. Jadi, UNAIR memang betul-betul beragam,” tutur Margaretha.

Menanggapi keunggulan UNAIR, Federica yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Project Manager OBG, mengatakan bahwa keberagaman budaya yang ada di UNAIR mampu menghasilkan mahasiswa yang berwawasan luas.

“Dari keberagaman budaya yang terlihat di UNAIR akan menghasilkan mahasiswa yang berwawasan luas. Setiap universitas harus unggul di bidang research and development, dan UNAIR unggul di bidang kesehatan. Ini penting,” kata Federica.

“UNAIR pun telah membangun kerjasama dengan berbagai universitas di dunia. Saya berharap, potensi tersebut akan terus dikembangkan sehingga kontribusinya di bidang ilmu pengetahuan akan jauh lebih bagus. Inilah yang menjadi poin penting sekaligus alasan bagi kami (OBG) untuk bersama-sama dengan UNAIR mengembangkan ilmu pengetahuan,” pungkasnya.

Penulis: Helmy Rafsanjani

Editor: Defrina Sukma S