Universitas Airlangga Official Website

Pakar: Ilmu Akuntansi Berkembang Ke Arah Keperilakuan

Prof. Dr. I Made Narsa, SE., M.Si., Ak. CA., pakar Akuntansi Keperilakuan, di ruang kerjanya. (Foto: Binti Q. Masruroh)

UNAIR NEWS – Usai menamatkan studi jenjang S-1 bidang Akuntansi di Universitas Brawijaya, Malang, Prof. Dr. I Made Narsa, SE., M.Si., Ak. CA., lantas melanjutkan studi jenjang magister dan doktor pada bidang yang sama di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Ia adalah Guru Besar Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Airlangga, yang menaruh minat pada Akuntansi Keperilakuan.

Narsa mulai menekuni akuntansi manajemen ketika dirinya menulis tesis saat studi S-2 di UGM. Kemudian, ia memilih sub-bidang peminatan menjadi akuntansi keperilakuan ketika menempuh studi doktor.

“Saya memilih akuntansi manajemen spesialisasi studi pada akuntansi keperilakuan, mengingat saat ini perkembangan akuntansi berjalan sangat dinamis mengikuti perkembangan lingkungan bisnis. Akuntansi manajemen berjalan sangat fleksibel, mengikuti dinamika yang terjadi dalam perusahaan,” ujar Narsa.

Ia berangkat dari pengamatan bahwa ada banyak teknik akuntansi manajemen modern yang sekarang sedang muncul dan berkembang. Selain itu, pada bidang ekonomi dan bisnis, perkembangan keilmuan bergeser dari bidang-bidang fungsional ke bidang-bidang keperilakuan.

Misalnya, ilmu ekonomi telah berkembang behavioral economics. Ilmu keuangan telah berkembang behavioral finance, dan pada bidang akuntansi telah lahir dan berkembang behavioral accounting.

“Di masa yang akan datang, domain yang akan berkembang adalah aspek lingkungan dan sosiologis dari institusi keilmuan tertentu, termasuk akuntansi,” ujar lelaki kelahiran Jembrana, Bali.

Narsa mengatakan, pergeseran ke arah sosiologi ini terjadi akibat perkembangan teknologi yang masif. Pada level mikro, telah berkembang teknologi produksi canggih yang mengubah proses produksi suatu perusahaan. Perubahan proses produksi ini, mengharuskan akuntansi manajemen juga berkembang mengikuti arah perubahan. Singkatnya, domain akuntansi adalah mencakup semua pihak yang dipengaruhi oleh output sistem akuntansi dan semua pihak yang memengaruhi sistem akuntansi.

“Ke depan bidang ilmu akuntansi yang akan berkembang adalah Akuntansi Keperilakuan. Sebab bukan hanya berbicara tentang laporan dari kegiatan akuntansi, namun merambah pada dampak perilaku para stakeholder akuntansi,” ungkap dosen kelahiran 27 Juni 1965.

Saat ini selain sebagai dosen tetap FEB UNAIR, Narsa juga menjabat sebagai Kepala Perpustakaan UNAIR. Pada bidang ini, ia menerapkan akuntansi manajemen untuk mengelola perpustakaan. Ia merencanakan pengelolaan perpustakaan dan mengendalikan kegiatan perpustakaan dengan memanfaatkan keilmuan yang ia miliki.

Berbagai penghargaan pernah Narsa terima sejak masih duduk di bangku SMP. Ia tercatat sebagai Siswa Teladan II Tingkat Kabupaten Jembrana Tingkat SMP pada 1982, Siswa Teladan II Tingkat Kabupaten Jembrana Tingkat SMA pada 1985, Peraih Nilai Terbaik Pertama EBTANAS SMTA-Kabupaten Jembrana pada 1986, lulus dengan predikat cumlaude sejak menempuh S-1 hingga S-3, Peserta Terbaik Pertama Bidang Teori Akuntansi bagi Dosen Muda Pusat Antar Universitas (PAU) Universitas Gadjah Mada tahun 1990.

Narsa juga memperoleh penghargaan Karya Satya X dari Presiden RI tahun 2005 dan Karya Satya XX dari Presiden RI tahun 2016. Tak kurang dari 20 kali ia menjadi pembicara dalam seminar dan lokakarya, terhitung sejak tahun 1995 hingga sekarang, dan telah melakukan publikasi dalam jurnal ilmiah lebih dari 30 artikel. (*)

Penulis : Binti Q. Masruroh

Editor: Defrina Sukma S