Universitas Airlangga Official Website

Pameran Booth AERO jadi Ajang Tukar Budaya

Tampilan Booth Palestine di acara AERO pada Jum’at (9/5/2025) (Foto: Rosa Maharani)
Tampilan Booth Palestine di acara AERO pada Jum’at (9/5/2025) (Foto: Rosa Maharani)

UNAIR NEWS – Suasana hangat mewarnai Kampus Dharmawangsa-B Universitas Airlangga (UNAIR) dalam gelaran Airlangga Expanding Reach and Opportunities (AERO) pada Jumat (9/5/2025). AERO menjadi sarana bagi mahasiswa asing berbagai negara untuk memperkenalkan budaya mereka. Berbagai booth tampil meriah di area pameran.

Salah satu booth yang menarik perhatian adalah booth peserta dari Palestina yang terlihat selalu ramai pengunjung. Booth tersebut menampilkan berbagai barang tradisional khas Palestina, mulai dari keffiyeh hingga benda historis seperti mata uang Palestina dari tahun 1927. 

Salah satu mahasiswa penjaga booth, Ahmed Abu Ajwa menjelaskan mengenai latar belakang barang barang yang dipajang. “Ini bukan sekadar aksesori biasa. Semuanya memiliki nilai sejarah dan makna tersendiri. Misalnya mata uang dari tahun 1927 yang kami pajang, yang menunjukkan bahwa sebelum adanya Israel, negara Palestina sudah ada (merdeka, red),” ujar Ahmed

Ahmed juga menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan yang sangat bermanfaat untuk memperluas jaringan di luar negara asal. “Kegiatan ini luar biasa, menjadi wadah bagi mahasiswa asing untuk memperkenalkan makanan, cara berpikir, hingga nilai budaya masing-masing. Ini memperluas jaringan pertemanan dan menumbuhkan semangat kebaikan,” tuturnya.

Sebagai saran ke depan, Ahmed berharap agar booth dari negara lain juga bisa memberikan informasi untuk setiap benda yang dipamerkan. Ahmed juga berpesan untuk adanya penambahan penjaga dan perluasan area pameran agar acara semakin semarak di tahun-tahun mendatang.

Tak hanya dari penjaga booth, antusiasme juga datang dari para peserta acara. Seorang pengunjung acara, Lida, Mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNAIR menyampaikan keseruannya. “Seru banget! Banyak booth negara yang bisa kita kunjungi, penjaganya juga ramah saat bercerita mengenai budaya mereka. Aku kasih nilai 10 dari 10,” tutur Lida

Ia juga menyebutkan bahwa alasan ikut berpartisipasi adalah karena acara ini bisa menjadi sarana pertukaran budaya yang efektif bagi anak muda. “Menurutku ini salah satu cara yang menarik untuk saling mengenal budaya lain dan mengenalkan budaya kita sendiri. Acara diadakan tidak terlalu formal sehingga sesuai bagi gen Z untuk bisa bereksplorasi dengan bebas,” ungkapnya.

Dari seluruh booth, Lida menyebutkan bahwa booth Meksiko menjadi favoritnya. Sebab, pengunjung bisa mencoba makanan dan minuman khas serta berbincang langsung dengan penjaga booth.

Secara keseluruhan, AERO UNAIR 2025 menjadi ajang yang tidak hanya menyenangkan. Akan tetapi, juga mempererat hubungan antar mahasiswa lintas negara melalui budaya, makanan, dan interaksi yang ada.

Penulis: Rosa Maharani

Editor: Yulia Rohmawati