Universitas Airlangga Official Website

Pasang Surut Permainan Tradisional di Era Modernisasi

Beberapa waktu ini permainan tradisional bernama lato-lato sedang mengalami naik daun dan banyak digemari oleh masyarakat umum baik itu anak-anak hingga usia dewasa untuk mencoba memainkannya. Kemunculan lato-lato cukup lama berkembang dalam satu bulan ini dan banyak sekali penjual mainan lato-lato dadakan yang dijual di toko kelontong bahkan supermarket besar menjualnya untuk menaikan omset penjualan karena mengikuti trend yang tak kunjung usai di lingkungan masyarakat. Namun, tanpa disadari bahwa lato-lato sudah muncul beberapa tahun yang lalu ketika kecanggihan teknologi belum ada perkembangan hanya ada sebuah handphone jadul atau disebut dengan handphone celiring yang difungsikan untuk sms dan telfon serta belum ada fitur android ataupun ios yang berkembang pada era sekarang ini.

Kemunculan teknologi baru yang sudah meresap pada kehidupan masyarakat tidak serta merta permainan tradisional seperti lato-lato akan bisa eksis dalam jangka waktu yang panjang. Lato-lato muncul berawal dari media sosial tik-tok kemudian merambat ke media yang lain dan sudah banyak masyarakat mencobanya, akan tetapi apakah lato-lato bisa bertahan cukup lama dan menjadi media pembelajaran bagi anak-anak lewat permainan?, seiring berjalannya waktu masyarakat Indonesia khususnya anak-anak cenderung mempunyai sifat rasa kejenuhan atau rasa bosan saat sudah mencoba hal baru beberapa kali serta hanya mengikuti trend yang ada saat ini. Sehingga permainan tradisional media pembelajaran akan tergeser dengan media gadget atau smartphone yang memiliki media pembelajaran lengkap dari pada permainan tradisional.

Tidak hanya lato-lato, banyak permainan tradisional yang anak-anak zaman sekarang tidak diketahui dan sudah mulai eksis beberapa tahun lalu seperti gasing, layangan, bola bekel, congklak, engklek, egrang, dan lain sebagainya yang sudah dikenal masyarakat namun tergerus oleh perkembangan zaman modern sehingga anak-anak hanya mengetahui lewat gadget yang dimiliki dan belum pernah mencoba bermain dengan teman-teman seusianya. Hadirnya permainan tradisional di era modern mengalami pasang surut dan belum bisa menggantikan media teknologi sebagai bentuk inovasi pembelajaran, jikalau eksis pun terbantu dengan  media sosial dan hanya bertahan dalam waktu sekejap. Disisi lain banyak sekali permainan modern berbasis teknologi yang mudah merusak otak anak-anak, menggangu kesehatan mata, dan memiliki rasa kecanduan untuk terus memainkannya tanpa mengingat waktu yang harus dilaksanakan kewajibannya yaitu sekolah dan belajar. Anak-anak era sekarang lebih paham dengan permainan yang ada di gadget seperti Mobile Legend, PUBG, dan lain-lain sehingga saat permainan tradisonal lato-lato muncul pastinya mencoba beberapa kali kemudian rasa bosan mulai terasa akan kembali lagi memainkan permainan pada gadgetnya.

Hal tersebut menjadi salah satu problem pada permainan tradisional yang tidak bertahan dalam jangka waktu yang panjang. Selain itu, banyak inovasi yang mengubah permainan tradisional ke dalam bentuk permainan digital dan bisa dimainkan pada gadget dengan cara mendownload aplikasi permainannya melalui google play store atau app store. Inovasi membuat suatu perubahan permainan tradisional dalam bentuk permainan digital secara tidak langsung mengubah filosofi permainan tradisional. Permainan tradisional jika dimainkan secara langsung memiliki filosofi dalam kehidupan terutama moral dan etika baik itu rasa kekeluargaan, tanggung jawab, kedisiplinan, kecekatan, dan rasa saling tolong menolong yang kemudian tertanam seiring berjalannya waktu. Anak-anak zaman sekarang sudah tertanam dengan teknologi modern dimana sudah banyak sekali para orang tua mengajar atau mendidik anaknya dengan permainan digital melalui gadget dari pada permainan tradisional karena banyak juga anggapan bahwa permainan digital sangat mudah diajarkan dan mudah dipahami oleh anak serta orang tua pun tidak mengajari secara langsung malah justru ditinggal dengan aktivitas kesibukan pekerjaannya. 

Dari situlah bisa disadari bahwa permainan tradisional banyak mengalami kesurutan dari pada keeksisan secara berkepanjangan yang disebabkan oleh beberapa faktor seperti perubahan zaman yang menyebabkan perubahan pada teknologi, peran parenting dari orang tua yang menjadi tombak utama kepada anak untuk membentuk sikap serta psikis yang baik, serta inovasi baru yang mengubah filosofi permainan tradisional menjadi permaian modern berbasis digital. Kehadiran lato-lato juga menjadi calon akan surutnya permainan tradisional di kemudian hari dan pastinya akan tergantikan dengan sesuatu hal baru yang menjadi trending di masyarakat sehingga akan menggeser keeksisan permainan lato-lato nantinya. Selain itu, peran masyarakat juga penting untuk mnghidupkan kembali permainan tradisional dengan memanfaatkan media teknologi pada gadget yang tidak hanya untuk keuntungan sendiri akan tetapi bisa berdampak untuk masyarakat dan menjadi sebuah kunci ketika salah satu permainan tradisional tenggelam bisa digantikan dengan permainan tradisional lain yang memberikan dampak positif secara berkepanjangan serta tidak hanya eksis dalam waktu yang cukup singkat atau sesaat saja.

Penulis: Rizal Djati Dwisepta (Mahasiswa Ilmu Sejarah Universitas Airlangga)