Universitas Airlangga Official Website

Pascasarjana UNAIR Gelar Workshop Meta Analisis untuk Tingkatkan Kualitas Pnelitian Multidisiplin

Dokumentasi sesi pemaparan materi oleh Dr dr Citrawati Dyah Kencono Wungu MSi pada Kamis (16/10/2025) (dok: tangkapan layar zoom meeting)
Dokumentasi sesi pemaparan materi oleh Dr dr Citrawati Dyah Kencono Wungu MSi pada Kamis (16/10/2025) (dok: tangkapan layar zoom meeting)

UNAIR NEWS Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga (UNAIR) terus berkomitmen meningkatkan produktivitas publikasi ilmiah dan kontribusi akademik di bidang multidisiplin. Sebagai bagian dari upaya ini, Pascasarjana UNAIR menggelar workshop bertajuk Penyusunan Penelitian Multidisiplin dengan Metode Meta-Analisis pada Kamis (16/10/2025).

Workshop ini menghadirkan Dr dr Citrawati Dyah Kencono Wungu MSi selaku dosen Ilmu Faal dan Biokimia Fakultas Kedokteran UNAIR. Dalam pemaparannya, ia penyampaikan salah satu manfaat menggunakan metode meta analisis. “Meta Analisis ini banyak membantu mahasiswa, terutama mahasiswa Pascasarjana. Di Fakultas Kedokteran sendiri juga demikian. Metode ini mempercepat proses penelitian yang biasanya memakan waktu lama. Pada semester awal, metode ini menjadi solusi untuk memenuhi syarat publikasi dengan lebih cepat,” ucap Citra. 

Keunggulan Review Manager dalam Meta Analisis

Dalam workshop yang berlangsung di Ruang Mahendratta (RKI 2) Gedung Sekolah Pascasarjana, Kampus Dharmawangsa-B mahasiswa berkenalan dengan software yang dapat membantu mahasiswa melakukan analisis data secara efektif. Salah satu, software yang Citra sorot adalah Review Manager. 

“Menurut saya, review manager adalah software yang paling ramah pengguna dan paling mudah dipelajari untuk pemula. Namun, untuk analisis yang lebih kompleks, seperti meta-regresi atau meta-analisis yang lebih mendalam, software ini masih memiliki keterbatasan,” jelas Citra. 

Selain kemudahan dalam penggunaan, meta analisis seringkali mempermudah mahasiswa pascasarjana yang melaksanakan penelitian dengan terbatas oleh waktu. Citra menjelaskan meta analisis dapat menggabungkan hasil dari berbagai studi, dan memungkinkan peneliti untuk mengambil kesimpulan tanpa harus memulai dari nol. 

“Dalam mencari studi yang cocok, dapat menggunakan database seperti Scopus maupun database yang ada pada e-library UNAIR. Namun, peneliti harus menyaring artikel-artikel yang relevan, dan dari ribuan artikel yang ada, hanya yang sesuai dengan kriteria yang akan ia pilih untuk dilanjutkan ke analisis statistik. Meta analisis hanya dapat berjalan dengan data kuantitatif, sehingga data kualitatif tidak dapat masuk dalam proses ini.” ujar Citra.

Lebih lanjut Citra mengungkapkan terdapat dua model analisis yang digunakan dalam meta analisis, diantaranya Mean Difference (MD) dan Standardized Mean Difference (SMD). 

“Dalam Meta analisis, ada dua model analisis, mean difference (MD) digunakan jika instrumen pengukuran yang digunakan sama, dan standardized mean difference (SMD) digunakan jika instrumen pengukurannya berbeda. Misalnya, jika semua studi menggunakan Vis ual Analog Score (VAS)  untuk mengukur intensitas nyeri, maka akan menggunakan MD . Tetapi jika ada instrumen lain yang, maka SMD yang lebih tepat untuk digunakan,” bahas Citra. 

Nama: Kania Khansanadhifa Kallista.

Editor: Ragil Kukuh Imanto