n

Universitas Airlangga Official Website

Peduli Kebersihan Lingkungan Sekitar, BEM UNAIR Adakan Gerakan Bersih Kampung

BEM UNAIR
Panitia dan volunteer gotong royong membersihkan kampung dan menanam bunga di Sidotopo. (foto : Istimewa)

UNAIR NEWS – Taman yang indah, pedestrian yang nyaman untuk pejalan kaki, dan kampung-kampung warga yang bersih. Begitulah sekilas yang nampak dari Kota Surabaya.  Untuk itu, sebagai bagian dari tanggung jawab untuk menjaga dan merawat Kota Surabaya, BEM UNAIR melalui Kementerian Pengabdian Masyarakat mengadakan Gerakan Bersih Kampung (Gaung) yang pertama di Sidotopo Jaya pada Minggu (2/9).

Ahmad Halomoan Harahap selaku ketua pelaksana kegiatan Gaung menjelaskan, kesibukan masyarakat perkotaan kini mengakibatkan mereka sedikit tidak peduli dengan lingkungan. Sehingga banyak tempat dengan sampah-sampah menumpuk tidak pada tempatnya.

“Selain itu, pada acara Gaung ini kita sedikit meningatkan masyarakat tentang pentingnya kebersihan. Karena jika lingkungan mereka lebih bersih, maka akan meningkatkan derajat kesehatan mereka,” jelas mahasiswa FPK yang akrab dipanggil Ahmad tersebut.

Kegiatan dimulai dengan berkumpul di secretariat BEM UNAIR pada pukul 5 pagi. Kemudian, bersama-sama berangkat menuju lokasi menggunakan kendaraan bermotor. Serluruh panitia dan volunteer pada malam sebelumnya dihimbau untuk membawa alat kebersihan seperti sapu, serok, dan pengki (cikrak dalam bahasa jawa).

Tidak hanya membersihkan lingkungan, dalam kegiatan ini panitia bersama volunteer juga mengadakan penanaman tumbuhan hijau di lokasi. Setidaknya, terdapat 40 tanaman yang berhasil ditanam.

Antusias warga cukup baik, bahkan beberapa warga dengan inisiatif sendiri membantu untuk menanam tanaman tersebut. Serta ikut membantu membersihkan lingkungan mereka bersama para mahasiswa.

Ke depanya, Ahmad, mahasiswa dari Medan tersebut menjelaskan, Gaung akan diadakan di Taman Mangrove Wonorejo, Rungkut. Disana Gaung akan mengajak anak-anak untuk membersihkan lingkungan dan menanam mangrove pada tanggal 7 Oktober.

“Pada tanggal 7 nanti, kami akan mengajak anak-anak kampung, memberikan mereka edukasi batapa pentingnya menjaga pantai terutama mangrove. Sehingga tidak terjadi namanya abrasi,” terangnya.

Ahmad berharap, tidak hanya mahasiswa dan pemerintah saja yang bergerak untuk memperbaiki tata kota dan kebersihan, namun warga juga semakin bersemangat untuk berpartisipasi menjaga kebersihan lingkungan. Sehingga, dengan begitu maka akan mempermudah Surabaya untuk meningkat derajat kesehatan dan kenyamanannya.

 

Penulis: Galuh Mega Kurnia

Editor : Nuri Hermawan