UNAIR NEWS – Direktorat Pengembangan Karir, Inkubasi Kewirausahaan dan Alumni (DPKKA) Universitas Airlangga (UNAIR), hadirkan Dimas Bagus Satrio Aji, Area Manager PT BFI Finance dalam webinar berjudul Developing Readiness for Organization and Future Careers. Webinar yang mengupas tantangan pekerjaan di masa depan itu terlaksana secara daring pada Kamis (17/7/25).
Tantangan Masa Depan
Dimas menuturkan bahwa saat ini teknologi telah menggantikan banyak posisi pekerjaan. Namun demikian, Dimas mengatakan bahwa tidak semua pekerjaan bisa tergantikan oleh teknologi. “Banyak hal yang tidak bisa digantikan oleh teknologi salah satunya adalah kemampuan kita untuk berpikir kritis, dan beradaptasi,” ucapnya.
Ia mengatakan bahwa organisasi modern saat ini membutuhkan manusia dengan kemampuan yang mampu berkolaborasi lintas budaya bahkan lintas daerah. “Manusia yang mampu berkolaborasi lintas budaya dan daerah tentunya harus memiliki tidak hanya hardskill namun juga softskill,” ungkapnya.
Lebih lanjut, selain berkolaborasi, menurut Dimas, skill yang sangat dibutuhkan saat bekerja adalah problem solving dan public speaking. “Dua skill ini merupakan skill yang sangat berguna saat di ruang rapat dan juga mengerjakan project,” jelasnya.
Kebutuhan Masa Depan
Dimas menyampaikan alasan problem solving penting karena dapat mengatasi tantangan yang dinamis. Problem solving berfungsi untuk membantu mengatasi suatu masalah dan kita mampu menganalisa masalah yang terjadi. “Problem solving ibarat GPS yang ada pada mobil kita,” ungkapnya.
Terdapat metode problem solving yang efektif menurut Dimas. Pastikan mengumpulkan semua ide yang ada. Kelompokkan ide tersebut dan solusi dalam satu kerangka visual untuk memudahkan analisis masalah.
Menurut Dimas, kemampuan problem solving harus terus berkembang. Mengembangkan skill problem solving bisa dilakukan dengan latihan secara rutin, mengasah daya pikir positif, dan belajar dari orang lain. “Hal tersebut bisa kita dapat dengan mengikuti project, organisasi dan yang lainnya,” jelasnya.
Public speaking merupakan kemampuan komunikasi yang sangat penting dalam dunia pekerjaan. Kemampuan berbicara di depan umum akan membuat ide kita yang bagus dapat tersampaikan. Hal ini juga dapat meningkatkan profesionalisme dan kredibilitas.
Lebih lanjut, untuk mengembangkan skill public speaking dibutuhkan beberapa hal. “Kenali pendengarannya. Hal ini karena tidak semua situasi itu harus memakai bahasa yang baku. Kenali situasi pada saat itu dan sesuaikan,” jelasnya.
Selain itu, menurut Dimas public speaking harus dibarengi dengan kontrol emosi dan kepercayaan diri. Interaksi aktif dengan audiens serta latihan rutin di depan cermin atau di forum kecil juga sangat membantu skill public speaking.
Penulis: Rizma Elyza
Editor: Yulia Rohmawati





