UNAIR NEWS – Liga Mahasiswa (LIMA) season enam telah berakhir. LIMA dimulai sejak tanggal 30 Juli-6 Agustus lalu bertempat di Universitas Airlangga selaku tuan rumah. Tim basket kebanggaan masih-masing universitas se-Indonesia baru saja beranjak ke tahap nasional. Tak ketinggalan, UNAIR selaku tuan rumah turut memberangkatkan 1 tim putra dan 1 tim putri kebanggaannya.
Tim basket putri UNAIR dinahkodai oleh Valentina Vida Arief mahasiswa asal Fakultas Kedokteran Gigi dan tim basket putra dinahkodai oleh Fajar Prihandaru mahasiswa asal Fakultas Sains dan Teknologi. Kedua tim membawa pulang juara II dalam LIMA Basketball: East Java Conference 2018.
Meski berhenti di babak fase grup dan mendapat peringkat 3 nasional, Aries Herman selaku pelatih tim basket UNAIR mengaku tak kecewa dengan hasil anak asuhnya.
Menurut Aries, tim asuhannya telah memberikan performa terbaik mereka di season keenam ini. Bagaimana tidak, pertandingan dilakukan sekitar dua minggu setelah Hari Raya Idul Fitri. Dimana pada saat itu mayoritas mahasiswa UNAIR masih libur dan melakukan Praktik Kerja Lapangan (PKL). Tak terkecuali, tim basket UNAIR yang mayoritas sudah berada ditahun kedua perkuliahan.
“Latihan yang kami lakukan memang tak terlalu intensif menjalang pertandingan di season ini. Sebab anggota tim yang bermain domisilinya jauh. Dari mulai pulau Sumatera hingga Bali. Kurang dari satu bulan mereka sudah kembali ke Surabaya,” jelas Aries.
“Artinya, mereka hanya latihan sekitar dua minggu sebelum akhirnya bertanding. Hebatnya lagi ada salah satu pemain yang sedang melakukan PKL di Bojonegoro. Baru datang di hari H dan langsung main hari itu juga,” tambahnya.
Laki-laki yang sudah sebelas tahun menjadi pelatih tim UNAIR ini menjelaskan bahwa ia mengedepankan study oriented pada anak didiknya. Sebagai mahasiswa, belajar dan berprestasi dibidang akademik merupakan kewajiban utama sebagai bagian dari Universitas Airlangga.
Ia juga menyampaikan, basket adalah bagian dari prestasi, bukan orientasi. Sebagai bukti, tim basket UNAIR berasal dari berbagai jenjang mulai dari diploma, hingga mahasiswa pascasarjana. Selain itu, ia menyebutkan bahwa anak didiknya memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang nilainya diatas 3,7.
“Ini adalah salah satu kebangga bagi saya sebagai pelatih tim basket UNAIR. Mereka adalah anak-anak hebat yang tak hanya jago bermain basket tapi memiliki otak yang cerdas pula. Bahkan saya juga memiliki anak asuh dari Fakultas Kedokteran. Artinya, bahwa mahasiswa UNAIR memang tak mau meninggalkan pendidikan akademiknya ketika berkecimpung sebagai atlet,” jelas pelatih kelahiran Mataram itu.

Pelatih 41 tahun itu juga menekankan beberapa poin penting pada anak asuhnya. Antara lain, fokus kuliah, dilarang ikut jika IPK kurang dari 2,00, disiplin, serta memiliki attitude yang excellent. Tak kalah menarik, tim basket UNAIR selalu menyanyikan lagu Hymne Airlangga sebelum bertanding sebagai bentuk rasa bangganya menjadi Ksatria Airlangga. (*)
Penulis : Wiwik Yuni Eryanti Ningrum
Editor : Binti Q. Masruroh





