Universitas Airlangga Official Website

Pelatihan Research Mapping Menggunakan Pendekatan Bibliometrik

Dokumentasi pemaparan materi Library Class pada Kamis (24/4/2025) (Foto: Rosa Maharani)
Dokumentasi pemaparan materi Library Class pada Kamis (24/4/2025) (Foto: Rosa Maharani)

UNAIR NEWS Perpustakaan Universitas Airlangga (UNAIR) kembali menggelar program Library Class secara daring pada Kamis (24/4/2025). Dalam sesi kali ini, kegiatan mengangkat topik Research Mapping dengan pendekatan bibliometrik. Kelas ini merupakan salah satu agenda pelatihan rutin dari Perpustakaan UNAIR yang bertujuan meningkatkan literasi informasi civitas academica. Khususnya dalam mendukung proses riset dan penulisan ilmiah.

Materi disampaikan oleh Novita Dwi SSos MSc, dosen Ilmu Informasi dan Perpustakaan di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UNAIR. Dalam paparannya, Novita menjelaskan bahwa analisis bibliometrik adalah metode untuk menganalisis relasi antar-literatur dengan menggunakan data bibliografi yang terkandung dalam artikel ilmiah.

“Pemetaan riset sangat membantu dalam memahami pola sebaran topik pada suatu bidang. Ketika mengalami kendala dalam menentukan topik penelitian, pemetaan riset dapat menjadi solusi,” ungkap Novita.

Lebih lanjut, Novita memaparkan berbagai fungsi dari pemetaan riset. Di antaranya adalah mengeksplorasi kata kunci dan literatur yang sebelumnya tidak terpikirkan, menelusuri dan mengembangkan ide awal, mengidentifikasi celah riset terdahulu, serta menilai dampak dari suatu penelitian. Pemetaan juga dapat membantu dalam menentukan metode analisis yang tepat dan memilih alat visualisasi data yang sesuai.

Novita menyebut bahwa terdapat tahapan-tahapan dalam melakukan pemetaan riset. Tahapan pemetaan riset terdiri atas identifikasi kata kunci, penelusuran data sumber, pembersihan data, penentuan metode analisis, pemilihan alat visualisasi, hingga pengelolaan literatur.

Novita juga menekankan pentingnya dokumentasi referensi yang sistematis untuk mendukung efektivitas dalam menulis karya ilmiah. “Literatur perlu dikelola agar mudah di-recall saat dibutuhkan dan dapat dikutip secara tepat,” jelas Novita.  

Ia juga memperkenalkan peserta pada berbagai metode analisis dalam bibliometrik. Seperti analisis kata kunci, sitasi, co-citation, bibliographic coupling, dan co-author analysis. Metode-metode ini tidak hanya bermanfaat untuk memahami struktur dan tren dalam suatu bidang, tetapi juga untuk membangun kolaborasi ilmiah di masa depan.

Adapun beberapa alat visualisasi yang menjadi rekomendasi antara lain Citation Tree, VOSviewer, dan Connectedpapers. Novita tidak hanya menjelaskan teori penggunaan alat tersebut, tetapi juga menunjukkan cara penggunaannya secara langsung, sehingga peserta dapat memperoleh gambaran praktis dan aplikatif.

Pelatihan ini mendapat sambutan yang positif dari para peserta. Khususnya mahasiswa tingkat akhir dan mahasiswa pascasarjana yang tengah menyusun tugas akhir atau tesis. Melalui kelas ini, harapannya civitas academica UNAIR dapat semakin mahir dalam menggunakan bibliometrika guna mempermudah proses dan arah penelitian mereka.

Penulis: Rosa Maharani

Editor: Yulia Rohmawati