Universitas Airlangga Official Website

Pemanfaatan Ekstrak Kunyit (Curcuma Longa) untuk Memperbaiki Kerusakan Sel Hepar akibat Alkohol

Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)
Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)

Hati merupakan organ vital yang berperan penting dalam metabolisme, detoksifikasi, dan penyimpanan energi. Namun, konsumsi alkohol berlebihan dapat menjadi ancaman serius bagi organ ini. Salah satu dampak awal yang sering luput dari perhatian adalah perlemakan hati (steatosis hepatik). Steatosis hepatik merupakan manifestasi awal dari perlemakan hati. Kondisi ini dapat berkembang menjadi lebih parah seperti steatohepatitis, fibrosis, hingga sirosis hati jika tidak ditangani dengan baik. Penyebab steatosis tidak hanya terkait dengan konsumsi alkohol berlebihan, tetapi juga dengan kondisi obesitas, diabetes melitus, dan pola makan yang tidak seimbang. Prevalensi steatosis di Indonesia dapat mencapai 30,6%. Pada kasus steatosis akibat konsumsi alkohol, asetaldehida dan produk samping metabolisme alcohol lainnya dapat menyebabkan peningkatan stres oksidatif dan kerusakan oksidatif pada sel-sel hepar.

Stres oksidatif terjadi ketika ada ketidakseimbangan antara produksi Reactive Oxygen Species (ROS) dan pertahanan antioksidan yang dapat menyebabkan kerusakan pada komponen seluler seperti lipid, protein, dan DNA. Salah satu penanda kerusakan oksidatif yang sering digunakan adalah 8-OHdG. Peningkatan ekspresi 8-OHdG dapat mengindikasikan adanya stres oksidatif. Pengukuran 8-OHdG dapat memberikan informasi tentang tingkat kerusakan oksidatif secara keseluruhan dalam tubuh, bukan hanya pada jaringan atau organ tertentu.

Kunyit atau Curcuma longa merupakan tanaman obat tradisional yang memiliki banyak manfaat kesehatan. Kurkumin senyawa utama yang terdapat dalam kunyit dapat mengurangi kerusakan oksidatif pada hepatitis alkoholik. Aktivitas antioksidan kurkumin terbukti 10 kali lebih tinggi dibanding vitamin E. Kunyitmemiliki peran yang signifikan dalam mengurangi stres oksidatif yang disebabkan oleh ROS (Reactive Oxygen Species). Beberapa penelitian menunjukkan kurkumin dapat mengurangi produksi ROS dan meningkatkan sistem pertahanan antioksidan dalam sel.

Bintang Aulia Nur Ika Putri, Willy Sandhika and Husin Thamrin telah melakukan penelitian untuk membuktikan efek pemberian ekstrak kunyit pada tikus yang mengalami steatosis akibat alcohol. Ekstrak kunyit diberikan dengan dosis 100 mg/kg berat badan. Setelah perlakuan, jaringan hati diperiksa menggunakan teknik imunohistokimia untuk melihat ekspresi 8-OHdG pada sel hati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok yang hanya diberi alkohol memiliki ekspresi 8-OHdG paling tinggi, menandakan stres oksidatif yang berat. Sebaliknya, kelompok yang hanya menerima ekstrak kunyit menunjukkan ekspresi 8-OHdG yang rendah dan tidak berbeda bermakna dari kelompok kontrol. Ini menandakan bahwa kunyit aman dan tidak merusak hati normal. Yang paling menarik, pada kelompok yang menerima alkohol dan kunyit secara bersamaan, terjadi penurunan signifikan ekspresi 8-OHdG dibandingkan kelompok alkohol saja. Temuan ini menunjukkan bahwa ekstrak kunyit mampu melindungi sel hati dari kerusakan oksidatif akibat alkohol, meskipun tidak sepenuhnya mengembalikan kondisi hati menjadi normal.

Penelitian ini memberikan dasar ilmiah bahwa kunyit bukan sekadar bumbu dapur, tetapi memiliki potensi sebagai agen hepatoprotektif alami. Kurkumin bekerja dengan menetralkan radikal bebas, meningkatkan sistem antioksidan sel, serta menekan jalur inflamasi yang dipicu alkohol. Meski demikian, para peneliti menegaskan bahwa kunyit bukan pengganti utama terapi medis atau alasan untuk mengabaikan bahaya alkohol. Kunyit lebih tepat dipandang sebagai terapi pendukung atau langkah preventif, terutama bagi individu dengan risiko tinggi penyakit hati.

Kesimpulan

Penelitian ini memperkuat bukti bahwa bahan alami khas Indonesia memiliki potensi besar dalam dunia kesehatan modern. Ekstrak kunyit terbukti dapat menurunkan stres oksidatif pada hati akibat alkohol, tanpa menimbulkan efek merugikan pada hati normal.

Artikel ilmiah popular ini daimbil dari artikel jurnal dengan judul:

Effect of Curcuma longa Extract on 8-OHdG Expression in Mice Model of Alcohol Induced Hepatitis

yang telah terbit pada jurnal:

Magna Scientia Advanced Research and Reviews volume 15 nomer 02 tanggal 8 Desember 2025,

dengan penulis: Bintang Aulia Nur Ika Putri, Willy Sandhika and Husin Thamrin Link artikel jurnal https://magnascientiapub.com/journals/msarr/content/effect-curcuma-longa-extract-8-ohdg-expression-mice-model-alcohol-induced-hepatitis