Universitas Airlangga Official Website

Tim PKM UNAIR Manfaatkan IgY sebagai Terapi Preventif Infeksi Salmonella pullorum

UNAIR NEWSImmunoglobulin Yolk (IgY) adalah protein antibodi yang ditemukan dalam kuning telur unggas. IgY sangat berpotensi untuk dijadikan alterntif penggunaan antibiotik. Belum banyak riset mengenai IgY. Namun, produk hewan ini dapat digunakan sebagai terapi preventif terhadap infeksi Salmonella pullorum pada unggas. Situasi ini masih menjadi tantangan berat bagi para peternak ayam di Indonesia.

Salmonella pullorum merupakan patogen utama yang menyebabkan penyakit pada unggas, dengan potensi dampak ekonomi yang signifikan. Hal tersebut yang mendorong Tim Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE) ImmunoYolk menawarkan potensi IgY sebagai alternatif terapi yang efektif dan lebih aman dibandingkan dengan antibiotik.

“Melihat potensi dari Immunoglobulin Yolk yang sangat besar dan dapat dimanfaatkan sebagai alternative pengobatan di masa mendatang, serta masih banyak kasus Salmonella di lapangan maka kita perlu untuk membuat solusi untuk menjawab tantangan peternak,” tutur Ratedjo Putera selaku ketua tim PKM pada Selasa (16/7/2024).

Metode penelitian meliputi produksi IgY melalui immunisasi unggas dengan antigen Salmonella pullorum, isolasi IgY dari kuning telur, dan uji in vivo untuk mengevaluasi kemampuan IgY dalam mengurangi kolonisasi Salmonella pullorum pada unggas. Penelitian ini menunjukkan bahwa Immunoglobulin Yolk memiliki potensi sebagai obat preventif yang efektif terhadap Salmonella pullorum pada unggas. Dengan demikian, pemanfaatan IgY dapat menjadi alternatif yang menjanjikan dalam pengendalian infeksi pullorum disease di peternakan unggas. Selain itu, IgY juga memiliki potensi untuk mengurangi penggunaan antibiotik, serta meningkatkan kesehatan unggas secara keseluruhan.

Tawaran solusi dari tim ImmunoYolk sangat menjanjikan dan dinantikan oleh banyak orang namun riset ini juga memiliki hambatan. Aulia mengatakan bahwa alat freeze dryer yang dapat bekerja dengan optimal sulit untuk ditemui karena alat yang tersedia hanya memiliki spesifikasi yang tidak cukup mumpuni. Untuk uji titer bakteri menggunakan ELISA juga tergolong cukup sulit dan tidak murah. Adanya tantangan ini, tim ImmunoYolk menjadikan hambatan tersebut sebagai motivasi dengan mencoba berbagai cara lain agar dapat melakukan riset untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Tim ImmunoYolk berharap bahwa riset yang dilakukan ini dapat bermanfaat bagi para peternak khususnya di sektor perunggasan, baik secara ekonomi dan kesehatan manusia melalui kesehatan hewan. Tim ini juga berharap dapat bekerja sama dengan perusaahan obat hewan untuk mengembangkan riset ini agar menghasilkan produk yang bermanfaat di masa yang akan datang.

Penulis: Tim PKM ImmunoYolk

Editor: Yulia Rohmawati