Universitas Airlangga Official Website

Pemeriksaan Patologi Anatomi Pada Kanker Kulit Melanoma

Pemeriksaan Patologi Anatomi Pada Kanker Kulit Melanoma
Sumber: Sidomuncul

Kanker kulit melanoma adalah jenis kanker kulit yang berasal dari sel melanosit, yaitu sel pada epidermis kulit yang menghasilkan pigmen melanin. Pigmen inilah yang memberi warna pada kulit. Adanya variasi warna kulit disebabkan oleh variasi jumlah sel melanosit serta kandungan pigmen melanin pada kulit. Melanoma adalah salah satu bentuk kanker kulit yang paling berbahaya karena memiliki potensi untuk tumbuh secara agresif dan menyebar (metastasis) ke bagian tubuh lain. Selain itu melanoma merupakan kanker kulit yang bersifat resisten terhadap radiasi maupun kemoterapi.

Melanoma sering muncul sebagai tahi lalat baru atau perubahan pada tahi lalat yang sudah ada. Membedakan melanoma dengan nevus (tahi lalat) merupakan hal yang paling penting untuk penatalaksanaan pasien oleh karena keduanya memiliki sifat yang sangat berbeda. Melanoma merupakan tumor kulit ganas yang membawa pada kematian sedangkan nevus tidak menimbulkan masalah yang serius pada tubuh. Walaupun terlihat serupa, terdapat beberapa tanda yang merujuk kepada melanoma yang dalam bahasa Inggris disingkat menjadi tanda ABCDE. Tanda–tanda tersebut adalah:

A = Asymmetry: bentuk lesi yang tidak simetris; satu sisi berbeda dari sisi lainnya.

B = Border irregularity: tepi lesi yang tidak teratur, kabur, atau tidak rata.

C = Color variegation: warna lesi yang tampak bervariasi, misalnya campuran hitam, coklat, merah, atau putih.

D = Diameter lesi: umumnya lebih besar dari 6 mm.

E = Evolving: tahi lalat yang berubah ukuran, bentuk, atau warnanya, atau menunjukkan gejala baru seperti gatal atau berdarah dapat merupakan tanda dari melanoma.

Lokasi terjadinya melanoma dapat timbul pada berbagai bagian tubuh seperti: dada atau punggung, kaki bagian bawah ataupun muncul di area yang jarang terkena sinar matahari seperti telapak tangan, telapak kaki, atau bawah kuku, terutama pada orang dengan kulit lebih gelap bahkan pada bagian tubuh yang tidak terkena sinar matahari seperti vagina.

Diagnosis suatu melanoma merupakan hal yang sangat menentukan dalam pemilihan terapi. Hal yang utama adaah membedakan melanoma dengan tahi lalat (nevus) yang pada stadium dini sulit dibedakan dengan pemeriksaan fisik. Deteksi dini sangat penting untuk meningkatkan peluang penyembuhan melanoma, terutama jika belum menyebar ke bagian tubuh lainnya. Untuk itu diperlukan pemeriksaan Patologi Anatomi dari spesimen bahan biopsi kulit atau bahan operasi yang dilanjutkan dengan pemeriksaan Imunohistokimia.

Pemeriksaan Patologi Anatomi adalah langkah penting untuk menegakkan diagnosis kanker kulit melanoma. Proses ini melibatkan analisis jaringan yang dicurigai di bawah mikroskop untuk memastikan keberadaan melanoma, menilai agresivitasnya, dan memberikan informasi untuk perencanaan pengobatan.

Berikut adalah tahapan dan metode yang digunakan dalam pemeriksaan Patologi Anatomi pada lesi kulit yang dicurigai suatu melanoma.

(1) Pemeriksaan Mikroskopis: pada tahap ini ahli patologi melakukan analisis jaringan untuk menemukan tanda-tanda khas melanoma, seperti: pola pertumbuhan melanosit yang tidak normal di epidermis dan dermis, pleomorfisme sel: variasi ukuran dan bentuk sel melanosit, adanya gambaran mitotis aktif yang menunjukkan agresivitas tumor serta invasi ke dalam lapisan dermis: penetrasi sel melanosit ke lapisan dermis kulit.

(2) Pemeriksaan Imunohistokimia. Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan diagnosis suatu melanoma, terutama jika karakteristik histologi tidak jelas. Penanda yang sering digunakan adalah: S-100: bersifat sensitif, tetapi tidak spesifik, HMB-45: lebih spesifik untuk sel melanosit, Melan-A/MART-1: penanda spesifik untuk sel melanosit.

Pemeriksaan Patologi Anatomi disertai Imunohistokimia adalah standar emas untuk menegakkan diagnosis melanoma yang memberikan informasi yang dibutuhkan untuk pengelolaan pasien secara optimal dan dapat digunakan sebagai panduan pengobatan untuk perencanaan terapi yang sesuai, seperti pembedahan, imunoterapi, atau terapi target. Berbagai jenis pemeriksaan Imunohistokimia untuk kanker kulit melanoma telah disajikan dalam artikel jurnal dengan judul “Immunohistochemistry Assay for Malignant Melanoma” dengan penulis Clara Olivia Jasmine dan Willy Sandhika yang terlah dipublikasikan pada International Journal of Scientific Advances volume 5 nomer 6 bulan Desember 2024.

Link jurnal: https://www.ijscia.com/immunohistochemistry-assay-for-malignant-melanoma/