Preeklamsia merupakan salah satu komplikasi dalam kehamilan dan merupakan salah satu penyebab kematian ibu dan janin. Kematian ibu menurut Revisi Kesepuluh The International Classification of Disease (ICD-10) adalah kematian wanita yang terjadi selama kehamilan, atau dalam 42 hari setelah berakhirnya kehamilan.
Di negara berkembang, kejadian preeklamsia dan eklampsia berkisar antara 1 : 100 sampai 1 : 1700 (4). Kejadian preeklampsia dapat disebut sebagai masalah kesehatan masyarakat apabila Case Fatality Rate (CFR) preeklampsia/eklampsia mencapai 1,4%-1,8%. Angka kematian ibu akibat preeklamsia di seluruh dunia mencapai sekitar 63.000 setiap tahun. Data tahun 2017 Di negara maju, angka kematian ibu dilaporkan 0-1,8%. Angka kematian perinatal akibat eklampsia di Amerika Serikat dan Inggris berkisar antara 5,6% hingga 11,8%, sedangkan di negara berkembang angka kematian ibu mencapai 14% .
Preeklamsia juga berdampak pada pertumbuhan janin. Dampaknya pada janin tergantung pada usia kehamilan saat ibu mengalami preeklamsia dan tingkat tekanan darah ibu. Semakin dini preeklamsia didiagnosis, akan semakin parah. Beberapa komplikasi yang terjadi pada janin adalah defisiensi nutrisi akibat aliran darah uterin-plasenta yang tidak adekuat. Hal ini dapat menyebabkan masalah pertumbuhan janin, kelahiran prematur, BBLR, atau lahir mati.
Berat badan lahir rendah dapat menjadi penanda penting bagi kesehatan dan gizi ibu dan janin Secara global, kejadian BBLR diperkirakan sekitar 15% dari semua kelahiran/tahun.
Penurunan perfusi uteroplasenta dapat secara signifikan meningkatkan risiko hambatan pertumbuhan intrauterin, kelahiran prematur, dan komorbiditas neonatus lainnya (seperti sindrom gangguan pernapasan, dan perdarahan intraventrikular). Pre-eklampsia juga dapat menyebabkan asfiksia pada bayi baru lahir.
Asfiksia dapat terjadi karena gangguan perfusi uteroplasenta akibat vasospasme dan kerusakan arteri spiralis selama kehamilan. Hal ini menyebabkan hipovolemia, vasospasme, penurunan perfusi uteroplasenta, dan kerusakan sel endotel pembuluh darah plasenta.
Penulis: Dr. Esti Yunitasari, S.Kp., M.Kes
Link: http://repository.unmuhjember.ac.id/15354/4/1EFFEC~1_compressed.pdf





