UNAIR NEWS – Mahasiswa Belajar Bersama Komunitas (BBK) 7 Universitas Airlangga (UNAIR) tahun 2026 melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat melalui program Lele Preneur: Inovasi Olahan dan Nilai Tambah Lele yang diselenggarakan di Balai Desa Sumbersari, Kabupaten Madiun. Kegiatan ini diikuti oleh 48 peserta dengan sasaran utama ibu-ibu PKK Desa Sumbersari. Program dilaksanakan pada Rabu (28/1/2026) sebagai upaya mendorong penguatan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal secara kreatif dan berkelanjutan.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai respons terhadap permasalahan ekonomi masyarakat Desa Sumbersari, khususnya belum optimalnya pemanfaatan komoditas lele yang selama ini lebih banyak dijual dalam bentuk segar dengan nilai jual yang relatif terbatas. Minimnya pengetahuan terkait inovasi produk, formulasi pengolahan yang tepat, serta peluang usaha berbasis lele menjadi faktor penghambat dalam peningkatan nilai tambah dan pendapatan masyarakat.
Melalui program Lele Preneur, tim KKN menyelenggarakan kegiatan sosialisasi dan workshop yang berfokus pada pengolahan lele menjadi produk bernilai tambah berupa snack stik keju berbahan dasar lele sebagai makanan kering yang lebih tahan lama. Materi yang disampaikan meliputi potensi ekonomi lele, inovasi produk olahan, serta sosialisasi mengenai formulasi produk yang baik, mulai dari pemilihan bahan baku, komposisi yang tepat, kebersihan proses produksi, hingga dasar pengolahan pangan yang aman dan higienis.
Kegiatan ini dilanjutkan dengan praktik langsung pembuatan snack stik keju lele, sehingga peserta dapat memahami seluruh tahapan produksi secara aplikatif dan mudah diterapkan di tingkat rumah tangga. Partisipasi masyarakat terlihat dari keterlibatan aktif ibu-ibu PKK dalam sesi praktik dan diskusi interaktif berkolaborasi dengan mahasiswa KKN, perangkat desa, dan masyarakat mencerminkan sinergi bersama dalam mendukung penguatan ekonomi desa.
Ketua PKK Desa Sumbersari, Ibu Rina, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menuturkan, “Saya sangat berterima kasih atas kegiatan yang telah dilaksanakan. Semoga kegiatan hari ini dapat memberikan ilmu yang bermanfaat bagi keluarga di Desa Sumbersari, khususnya ibu-ibu PKK. Harapannya, ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dan dikembangkan menjadi produk UMKM Desa Sumbersari serta menjadi salah satu program unggulan desa.”
Kegiatan ini memuat kata kunci indikator SDG 8 (Decent Work and Economic Growth), pengolahan lele menjadi produk bernilai tambah diharapkan mampu mendorong kewirausahaan, membuka peluang usaha baru, serta meningkatkan pendapatan masyarakat secara berkelanjutan. Dampak kegiatan terlihat dari meningkatnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pengolahan lele, pemahaman dasar mengenai formulasi produk yang baik, serta munculnya ide-ide produk olahan lele yang lebih beragam. Selain itu, tumbuhnya minat ibu-ibu PKK untuk mengembangkan usaha berbasis potensi lokal menjadi langkah awal dalam memperkuat kemandirian ekonomi Desa Sumbersari.
Penulis: BBK 7 Sumbersari





