UNAIR NEWS – Medical Imaging Events of Radiography (MASTOID) 2023 diselenggarakan oleh HIMA Radiology Fakultas Vokasi (FV) Universitas Airlangga (UNAIR) berjalan pada Sabtu (23/9/2023) di Ruang Auditorium Candradimuka LT. 9 Gedung Kuliah Bersama Kampus Merr C. Dengan mengangkat tema “The Revolution of Radiology: Exploring the Intersection of Artificial Intelligence in Interventional Radiology”.
Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Muhaimin S Tr Kes (Ketua Prodi D4 Radiology) dan penabuhan gong oleh Dr Tika Widiastuti SE M Si (Wakil Dekan 1 Fakultas Vokasi).
“Sebetulnya penggunaan AI ini sudah banyak digunakan oleh para radiografer karena memang banyak aplikasi-aplikasi yang menggunakan AI. Maka dari itu, penting sekali untuk melakukan upgrade skill dan pendalaman akan perkembangan teknologi di bidang radiologi maupun radiografi,” jelas Muhaimin.
Intervensi juga sudah dimiliki oleh banyak daerah. Alat-alat dan modalitas terkait penerapan teknik radiologi intervensi juga sangat banyak. Dengan itu, radiografer dan radiologi di kota dan daerah wajib untuk meningkatkan kompetensi di bidang radiologi intervensi.
Penerapan AI dalam Radiologi Intervensional
Rochmad Setiawan Amd Rad (IGT Clinical Application Specialist of Philips) menjelaskan bagaimana cara AI bekerja di bidang radiologi dan radiografi.
AI di dunia kesehatan sudah diterapkan di tahun 2018/2019 pada Medical Area yaitu sistem pembacaan otomatis untuk membedakan kelainan atau anomali terhadap toraks. Yang mana pembacaan ini didasarkan pada pengumpulan banyak data terkait permasalahan toraks.
Jika dianalisis cara kerja AI itu berdasarkan pattern recognition yang didasarkan pada pengumpulan data terkait sesuatu. Contoh, bisa data terkait penyakit pada otak, toraks, lutut, lambung, pembuluh darah, dan lain sebagainnya.

Modal dan Prosedur dari Radiologi Intervensional
Perlu diperhatikan modal dan prosedur dari radiologi intervensi, yaitu Interventional x-ray. Dimana biasanya dilakukan di cath lab dan terdapat 2 tindakan yang harus dilakukan, yaitu diagnostic intervention dan therapeutic intervention.
Diagnostic intervention digunakan untuk melakukan pendiagnosaan penyakit yang dimiliki oleh pasien. Dalam pendiagnosaan ini ada 3 intervensi, yaitu; bone structure, bone structure (dsa dan digital), dan 3D imaging.
Lalu, therapeutic intervention. Ada 3, yaitu embolization therapy untuk penyakit cancer, varicocele, dan lain-lain. Central venous access dan PTA percutaneous transluminal angioplasty yang digunakan untuk penyembuhan pada penyumbatan pembuluh darah di area tangan maupun kaki. Terakhir Endovascular stenting.
Lailatul Muqmiroh dr Sp Rad(K) (Interventional Radiologist of RS PHC Surabaya) turut memberikan penjelasan berbagai manfaat dalam menggunakan radiologi intervensional.
Pertama, efektif karena dapat memudahkan radiografi untuk menghitung volume dari hasil 3D yang dihasilkan kemudian dapat menentukan coil yang bisa digunakan dalam menyembuhkan pasien.
Kedua, reduce hospitalization time, pelaksanaan operasi pun tidak memakan waktu yang lama. Ketiga, reduce recovery time, biasanya pasien yang melakukan treatment ini bisa pulang sorenya walaupun paginya baru operasi.
Keempat, minimal side effect karena tidak melakukan pembedahan yang besar, cukup dengan memasukkan kateter yang lebarnya 2-3 cm. Terakhir less cost bukan murah tapi lebih miring daripada operasi besar.
Penulis: Nokya Suripto Putri
Editor: Feri Fenoria





