Universitas Airlangga Official Website

Pengmas Internasional KSM Dermatologi Venereologi Edukasi Skabies di Pesantren

Pemaparan materi edukasi dengan topik “Cegah Skabies: Hidup Bersih, Bebas Skabies” Oleh dr Yuri Widia SpDVE SubspDA
Pemaparan materi edukasi dengan topik “Cegah Skabies: Hidup Bersih, Bebas Skabies” Oleh dr Yuri Widia SpDVE SubspDA (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Dalam rangka pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat, Departemen/KSM Dermatologi Venereologi dan Estetika Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (UNAIR) bekerja sama dengan RSUD Dr Soetomo Surabaya mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat (pengmas). Pengmas tersebut mengangkat tema Implementasi Edukasi tentang Skabies pada Siswa Pesantren.

Sebagai bentuk nyata pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi, Ketua Tim Pengabdian Masyarakat, Hasnikmah Mappamasing dr SpDVE SubspDT MKes menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan penerapan ilmu yang telah diperoleh untuk memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. “Pengabdian masyarakat ini merupakan salah satu dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” ujanya.

“Data menunjukkan angka prevalensi skabies dengan usia kurang dari 20 tahun terbanyak nomor satu untuk Indonesia,” katanya. Lebih lanjut, ia menyampaikan harapan agar kegiatan pengabdian ini ke depannya dapat berperan dalam mendukung program pemerintah. Yaitu Indonesia Bebas Skabies di tahun 2030.

Kegiatan ini terlaksana pada Rabu (8/10/2025). Pengmas tersebut bertempat di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah di bawah naungan Ustaz Nashiruddin SUd MPd yang terletak di kawasan Surabaya Timur. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan pencegahan penyakit skabies (kutu kudis) di lingkungan padat penghuni yang berpotensi menjadi sumber penularan penyakit kulit menular.

Acara dimulai dengan registrasi peserta, pembagian kuesioner pre-test, serta pembagian gimmick dari panitia. Seluruh peserta, yang terdiri atas para santri, pengurus pondok, masyarakat sekitar, serta staf medis dan akademisi Departemen DVE FK UNAIR dan RSUD Dr Soetomo, mengikuti kegiatan dengan penuh antusias. Kegiatan ini meruakan pengabdian masyarakat internasional, karena berkolaborasi dengan mahasiswa Erasmus University.

PPDS dan Staf Departemen / KSM DVE FK UNAIR serta Perwakilan Erasmus+ Program bersama Para Santri Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah
PPDS dan Staf Departemen / KSM DVE FK UNAIR serta Perwakilan Erasmus+ Program bersama Para Santri Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah (Foto: Istimewa)

Kepala Pondok Pesantren Ustadz Nashiruddin SUd MPd, ia mengucapkan terima kasih atas perhatian Departemen DVE FK terhadap kondisi kesehatan para santri, serta berharap kegiatan ini dapat menjadi awal sinergi yang berkelanjutan antara pondok pesantren dan institusi pendidikan kedokteran.

Ketua Departemen DVE FK UNAIR/RSUD Dr Soetomo, dr Diah Mira Indramaya SpDVE SubspDKE dalam sambutannya menekankan bahwa skabies merupakan masalah kesehatan masyarakat yang masih sering diabaikan. Terutama di lingkungan padat penghuni. Ia mengingatkan pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) sebagai upaya utama untuk mencegah penyakit kulit menular. Sekaligus mengapresiasi seluruh panitia dan peserta yang telah berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini.

Perwakilan dari Erasmus University dengan Lisca Rijn turut menyampaikan sambutan, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas negara dalam memperkuat kegiatan sosial berbasis pendidikan kedokteran yang berdampak langsung bagi Masyarakat. Serta melakukan pemeriksaan langsung kepada pasien skabies.

Sambutan Perwakilan Erasmus+ Program
Sambutan Perwakilan Erasmus+ Program (Foto: Istimewa)

Sesi edukasi utama terbagi menjadi dua bagian. Dokter Septiana Widyantari, SpDVE SubspVen menyampaikan materi dengan judul Kenali Skabies: Bukan Sekadar Gatal Biasa. Dalam presentasinya, ia menjelaskan tentang penyebab penyakit skabies, gejala klinis yang khas berupa rasa gatal terutama di malam hari, serta pola penularan yang cepat melalui kontak langsung dan penggunaan barang pribadi bersama. Ia juga menekankan pentingnya diagnosis dini dan pengobatan yang tepat agar tidak menimbulkan komplikasi sekunder.

Selanjutnya, dr Yuri Widia, SpDVE SubspDA yang membawakan topik Cegah Skabies: Hidup Bersih, Bebas Skabies. Materi ini menyoroti langkah-langkah praktis dalam pencegahan. Termasuk menjaga kebersihan tempat tidur dan pakaian, mandi secara rutin, serta melakukan pengobatan serentak bagi seluruh penghuni rumah atau asrama, ditemukan kasus positif. Pentingnya edukasi berkelanjutan untuk membangun kebiasaan hidup bersih sejak usia dini.

Pada sesi diskusi, peserta sangat antusias bertanya mengenai cara pencegahan skabies di lingkungan pondok dan rumah tangga. Selain itu, juga mengenai perbedaan antara skabies dan kondisi kulit lain seperti dermatitis akibat alergi.

Bagi peserta yang aktif dalam sesi diskusi, panitia memberikan hadiah doorprize menarik sebagai bentuk apresiasi. Menjelang akhir acara, terdapat pembagian kuesioner post-test untuk menilai peningkatan pemahaman peserta. Kemudian, terdapat penyerahan cendera mata dari Departemen DVE FK UNAIR kepada pihak pondok pesantren sebagai simbol terjalinnya kerja sama. Foto bersama seluruh panitia, narasumber, peserta, dan tamu undangan menutup kegiatan pengmas tersebut.

Departemen DVE FK dan RSUD Dr Soetomo berkomitmen untuk terus melanjutkan kegiatan serupa secara berkelanjutan di berbagai wilayah, dengan tema edukasi yang beragam sesuai kebutuhan masyarakat. Melalui kegiatan ini, harapannya tumbuh kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga kebersihan pribadi dan lingkungan. Selain itu, kegiatan ini harapannya dapat memperkuat kolaborasi antara akademisi, tenaga medis, dan masyarakat dalam upaya menurunkan angka kejadian penyakit kulit menular di Indonesia.

Penulis: Tim pengabdian masyarakat

Editor: Yulia Rohmawati