UNAIR NEWS – Divisi Keperawatan Medikal Bedah bekerjasama dengan Puskesmas Klampis Ngasem, Kota Surabaya, melaksanakan pengabdian masyarakat bertempat di balai RW. 06, Jl. Mleto, Klampis Ngasem, Kota Surabaya. Kegiatan yang dilaksanakan Selasa, (17/10) itu mengusung tema “Fake (Foot and Ankle Exercises) untuk Pencegahan Komplikasi pada Kaki Penderita Diabetes Mellitus”.
Tidak hanya memberikan penyuluhan kesehatan tentang pentingnya perawatan kaki pada penderita diabetes mellitus, pada pengmas itu panitia mengajak peserta yang menderita diabetes mellitus (DM) melakukan senam kaki.
Hadir dalam pengmas tim dosen dari Divisi Keperawatan Medikal Bedah Ika Nur Pratiwi, S.Kep., Ns., M.Kep, Lailatun Ni’mah, S.Kep., Ns., M.Kep, Ika Yuni W, M.Kep., Ns.Sp.Kmb dan Lingga Curnia, S.Kep., Ns., M.Kep serta dibantu oleh tujuh mahasiswa Fakultas Keperawatan (FKp) Universitas Airlangga.
Ika Nur Pratiwi selaku ketua pengmas mengatakan, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang pentingnya senam kaki dan perawatan kaki penderita DM. Aplikasi senam dan perawatan kaki secara rutin oleh penderita DM dapat mengurangi risiko terjadinya komplikasi pada kaki penderita.
Kegiatan itu dihadiri oleh tak kurang dari 30 orang lansia yang menderita diabetes mellitus. Mereka tergabung dalam posyandu khusus Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) untuk lansia.
Peserta terlihat antusias dalam mengikuti kegiatan yang dimulai pukul 06.00 hingga pukul 10.00 pagi itu. Kegiatan diawali dengan pemeriksaan tekanan darah dan pemeriksaan gula darah puasa. Sebab, pada malam hari peserta diminta untuk berpuasa dan melakukan pemeriksaan ankle brachial index untuk menilai vaskularisasi di daerah kaki. Kemudian, peserta diberikan sarapan pagi.
Kegiatan berlanjut dengan pemberian materi penyuluhan kesehatan tentang senam kaki dan perawatan kaki pada penderita DM. Di akhir sesi penyuluhan, ada sesi tanya jawab antara peserta dan pemateri. Banyak di antara peserta yang mengajukan pertanyaan seputar keluhan kesehatan yang mereka alami. Usai penyuluhan kesehatan, dilaksanakan kegiatan praktik senam kaki untuk penderita DM.
“Senam kaki dapat membantu memperbaiki sirkulasi darah dan juga memperkuat otot-otot kecil kaki, serta mencegah terjadinya kelainan bentuk kaki. Selain itu, senam kaki juga dapat meningkatkan kekuatan pada otot paha, betis, dan juga mengatasi keterbatasan dalam pergerakan sendi,” ujar Ika.
Kepada peserta Ika menambahkan, terdapat sepuluh gerakan inti sederhana yang mudah dilakukan oleh para penderita. Setelah kegiatan senam dilaksanakan, dilanjutkan dengan pemeriksaan gula darah dua jam setelah makan dan pemeriksaan ankle brachial index (ABI) kembali.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi warga, sekaligus mudah diaplikasikan di rumah,” ujar Mus Adah, S.Kep., Ns selaku pemegang program dari Puskesmas Klampis Ngasem, Kota Surabaya. (*)
Editor : Binti Q. Masruroh





