Dalam penelitian ini, penulis membahas bahwa kehilangan keanekaragaman hayati dan degradasi alam adalah isu penting yang memiliki dampak signifikan terhadap masyarakat dan ekonomi. Perusahaan, investor, dan regulator kini semakin menyoroti upaya korporasi dalam mendukung keanekaragaman hayati dan kegiatan yang berorientasi pada alam yang positif. Penelitian ini memberikan gambaran komprehensif mengenai pentingnya keanekaragaman hayati bagi bisnis, materialitasnya, serta peran regulasi wajib maupun tidak wajib dalam pelaporan lingkungan korporasi dan kerangka pengungkapan keberlanjutan. Penelitian ini juga membahas informasi deskriptif mengenai evolusi kerangka keberlanjutan dengan membandingkan kerangka keberlanjutan yang paling menonjol, terutama dalam pendekatan materialitas dan rekomendasi pengungkapan terkait keanekaragaman hayati.
Selain itu, penulis memberikan rekomendasi pendekatan yang lebih holistik untuk meningkatkan kerangka keberlanjutan di masa depan dengan berfokus pada dampak keanekaragaman hayati. Penulis menekankan pentingnya perhatian yang lebih besar terhadap paradigma pengambilan keputusan. Kemudian, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengukur dampak keanekaragaman hayati dan tren inovatif dalam pelaporan keberlanjutan, guna lebih mencerminkan hasil yang positif terhadap alam dalam sektor bisnis korporasi.
Penelitian ini bertujuan untuk menyoroti pentingnya keanekaragaman hayati bagi bisnis serta materialitasnya dalam konteks korporasi. Selain itu, penelitian ini mengeksplorasi peran regulasi wajib dan tidak wajib dalam membentuk pelaporan lingkungan perusahaan serta kerangka pengungkapan keberlanjutan. Perbandingan pendekatan materialitas dan rekomendasi pengungkapan terkait keanekaragaman hayati pada kerangka keberlanjutan yang paling menonjol juga dibahas dalam penelitian ini. Adapun temuan penelitian ini menunjukkan bahwa keanekaragaman hayati merupakan isu material yang memiliki dampak signifikan terhadap masyarakat dan ekonomi. Regulasi, baik yang bersifat wajib maupun tidak wajib, memiliki peran penting dalam memandu praktik pelaporan lingkungan dan pengungkapan keberlanjutan di sektor korporasi. Kerangka keberlanjutan saat ini telah berkembang untuk memasukkan pertimbangan terkait keanekaragaman hayati, meskipun terdapat perbedaan dalam pendekatan materialitas dan rekomendasi yang diusulkan. Namun, diperlukan pendekatan yang lebih komprehensif dan terintegrasi untuk secara efektif menangani dampak keanekaragaman hayati. Namun, penelitian ini menemukan adanya kesenjangan dalam bagaimana perusahaan memasukkan pertimbangan keanekaragaman hayati ke dalam proses pengambilan keputusan mereka. Sehingga, diperlukan inovasi dan penelitian lebih lanjut dalam pelaporan keberlanjutan untuk lebih mencerminkan dan mencapai hasil yang positif bagi alam.
Penulis : Maheshika Senanayake, Iman Harymawan, Gregor Dorfleitner, Seungsoo Lee, Jay Hyuk Rhee, Yong Sik Ok
Baca juga: Mendeteksi Keanekaragaman Hayati dengan Teknologi DNA Lingkungan





