Universitas Airlangga Official Website

Pentingnya Manajemen Diri bagi Mahasiswa

Pemaparan materi manajemen diri oleh Luthfah Naily Faradisa (Foto: Dokumentasi Panitia)
Pemaparan materi manajemen diri oleh Luthfah Naily Faradisa (Foto: Dokumentasi Panitia)

UNAIR NEWS – Himpunan Mahasiswa Fisioterapi Fakultas Vokasi (FV) Universitas Airlangga (UNAIR) menggelar acara seminar bertema Developing Leadership and Time Management to Achieve the Best Future Goals pada Sabtu (26/4/2025). Seminar yang berlangsung secara luring di Aula Moh Hatta, Gedung Panjalu, Kampus Dharmawangsa-B ini memberikan materi tentang kepemimpinan, manajemen diri, dan tujuan masa depan.

Luthfah Naily Faradisa M Psi, seorang psikolog sekaligus assessment manager di Airlangga Assessment Center hadir sebagai pemateri. Luthfah memaparkan manfaat dari self-awareness, yaitu kemampuan untuk memahami diri sendiri secara mendalam. Termasuk sifat, karakter, emosi, perasaan, pikiran, dan cara beradaptasi dengan lingkungan. “Self-awareness dapat meningkatkan empati, bisa meningkatkan skill decision making, meningkatkan komunikasi, dan bahkan mampu menguatkan kemampuan manajemen diri,” tuturnya. 

Luthfah juga mengajak agar mahasiswa untuk mengenali minat dan bakat mereka. Mahasiswa dapat mengenali bakat dengan melihat kegiatan apa yang sering dilakukan dengan mudah namun hasilnya bagus. Sementara mengenali minat dapat terlihat dari kegiatan apa yang sering dicari-cari dalam waktu luang. 

Lebih lanjut, Luthfah mengatakan mahasiswa perlu membangun visi pribadi sebagai gambaran jangka panjang mengenai tujuan atau kondisi yang ingin tercapai di masa depan. “Membangun visi dengan membayangkan lima sampai sepuluh tahun dari sekarang. Di mana kamu tinggal, dengan siapa, kepada siapa kamu ingin bermanfaat, serta dalam bidang apa,” ujarnya. 

Setelah memaparkan tentang minat, bakat, dan visi, Luthfah membahas tentang perbedaan dari dreams dan goals. “Dreams adalah gambaran ideal tentang masa depan yang ingin dicapai, bersifat jangka panjang, luas, dan inspiratif. Sementara itu, goals adalah hal-hal spesifik yang ingin tercapai, biasanya bisa diukur dan punya tenggat waktu bersifat praktikal, jangka pendek-menengah, dan actionable,” jelasnya. 

Luthfah juga menekankan pentingnya mengukur skala prioritas dengan membaginya menjadi lima kategori. Yakni sangat penting, penting, boleh dilakukan, delegasi dan eliminasi. Kategori sangat penting berarti jika tidak dilakukan akan berdampak serius. Sedangkan eliminasi, merujuk pada hal yang tidak memberi nilai tambah sehingga tidak perlu dilakukan. 

Luthfah kemudian mempertanyakan apakah waktu bisa diatur. Dalam self-management terdapat beberapa kesalahan umum yakni membuat to-do list yang sangat banyak atau sangat besar, mengerjakan banyak hal dalam satu waktu karena cemas, serta optimis berlebih dan tidak mengantisipasi interupsi dalam membuat rencana kerja.

Penulis: Rizma Elyza

Editor: Yulia Rahmawati