Universitas Airlangga Official Website

Pentingnya Mendalami Sifat dan Karakter Seorang Pemimpin

Ir Misbahul Huda MBA saat memberikan materinya di hadapan para peserta. (Foto: Feri Fenoria Rifa'i)
Ir Misbahul Huda MBA saat memberikan materinya di hadapan para peserta. (Foto: Feri Fenoria Rifa'i)

UNAIR NEWS – “Banyak orang lulus dalam dunia pendidikan, namun gagal dalam dunia yang sesungguhnya,” tutur Ir Misbahul Huda MBA saat menjelaskan konsep pemimpin pada Kamis (11/5/2023) di Hotel Alila, Solo. Dalam Rapat Kerja Administratur dan Pengawas ia menyampaikan materinya yang bertajuk Memaknai Kesuksesan sebagai Sebuah Perjalanan, Bukan sebagai Tujuan.

Ia mengatakan dunia ini mengalami perubahan termasuk dunia pendidikan. Perlu adanya percepatan adaptasi di seluruh lini. Sehingga pilihannya adalah restorasi kepemimpinan.

“Jika UNAIR ingin menjadi institusi yang diperhitungkan harus berani melakukan pemugaran kepemimpinan berbasis spiritual bukan karitatif,” ungkapnya.

Jika etos kerja, sambungnya, hanya bermotif finansial tanpa adanya pergeseran paradigma maka perubahan kinerja bersifat tidak substantif. “Anda memang kokoh secara fisik, cerdas intelektual, kaya, dan matang emosional. Tapi jika Anda tidak kokoh spiritual Anda belum tentu lolos melewati ujian kehidupan,” tuturnya.

Ia mengatakan, bukan tidak mungkin UNAIR akan menjadi universitas top dunia jika UNAIR memiliki supporting staff yang hebat. Mampu melakukan perubahan, amanah dan menebar manfaat dengan tekad serta menjadikan pekerjaan sebagai wasilah atau jalan pulang.

“Mereka yang bergerak, maka merekalah yang akan maju kemuka.”

Karakter dan Sifat Seorang Pemimpin

Menurutnya, ada tiga sifat pelayan yang wajib dimiliki seorang pemimpin. Pertama memberi terbaik yaitu bekerja bukan sekedar mengejar gaji tapi nilai. “Bukan berburu jumlah tapi berkah”.

Kedua, simpati yaitu kepemimpinan spiritual dengan pendekatan non rasional. Ketiga, memberi empati yaitu melayani dengan sepenuh hati.

“Jika Anda ingin dipuji dan disegani anak buah, maka jadilah pemimpin yang memuji dan menghargai anak buah,” paparnya.

Sementara itu, alumni Chicago USA itu mengatakan bahwa seorang pemipinan juga harus memiliki tiga karakter. Yaitu integritas, antusias, dan totalitas. “Pemimpin seperti ini bukan hanya sekedar jujur melainkan juga benar. Dalam hal ini saya optimis, jika UNAIR ingin menuju 200 dunia maka dengan adanya supporting staf yang berani mengambil risiko, bekerja sama, dan amar ma’ruf maka hal itu akan bisa terwujud,” paparnya.

Semangatnya bukan karena ambisius melainkan karena kita punya Allah.”

Penulis: Khefti Al Mawalia