Universitas Airlangga Official Website

Pentingnya Perencanaan Finansial bagi Generasi Bangsa

Sesi pemaparan materi perencanaan finansial oleh narasumber dalam talkshow Ranah Publik: Perencanaan Finansial Bagi Generasi Emas 2045 (Foto: Tangkapan Layar YouTube Suara Muslim TV)
Sesi pemaparan materi perencanaan finansial oleh narasumber dalam talkshow Ranah Publik: Perencanaan Finansial Bagi Generasi Emas 2045 (Foto: Tangkapan Layar YouTube Suara Muslim TV)

UNAIR NEWSBadan Pengembangan Bisnis dan Rintisan Inkubasi (BPBRIN) Universitas Airlangga (UNAIR) bekerja sama dengan Suara Muslim TV menggelar talkshow bertajuk Ranah Publik: Perencanaan Finansial Bagi Generasi Emas 2045. Acara disiarkan secara langsung di kanal YouTube Suara Muslim TV pada Jumat (22/8/2025). 

Acara ini menghadirkan beberapa narasumber. Antara lain Prof Dr H Suparto Wijoyo SH MHum, Dr Sulistya Rusgianto, dan A F Bayuny PhD. Sesi awal Prof Suparto menyampaikan bahwa arti dari 80 tahun usia Indonesia merdeka juga berlaku bagi generasi untuk merdeka secara finansial

“Tentu dalam momentum kemerdekaan Indonesia yang ke-80 ini, para generasi juga harus merasakan merdeka dalam finansial. Tidak lupa juga menjadi suatu rentan waktu etape pembelajaran bagi bangsa dan negara. Semacam hal ini, sudah dirancang oleh founder father bangsa dalam menyusun rencana ke depannya,” ungkap Prof Suparto.

Kemudian dalam tahapan merencanakan finansial, sejak dahulu telah ada upaya-upaya yaitu mempunyai pendanaan dan anggaran lainnya. Prof Suparto menjelaskan jika upaya tersebut dirumuskan seperti adanya APBN dan APBD setiap wilayah.

“Adanya APBN dan APBD membuktikan telah tercipta lambang suatu perencanaan dalam rentan waktu tahunan. Terwujudnya generasi emas 2045 perlu diperhatikan susunan dan rancangan finansial yang baik dan tekad yang kuat,” ucap Wakil Direktur Bidang Riset, Internasionalisasi, Digitalisasi dan Informasi Sekolah Pascasarjana UNAIR.

Lebih lanjut, Prof Suparto menyebut bahwa penting bagi generasi muslim saat ini untuk memiliki jiwa yang kreatif, visi ekonomi dan bisnis yang kuat agar finansial tetap stabil. Seperti halnya apa yang dijalani oleh Rasulullah SAW yang telah membentuk Piagam Madinah yang memperluas relasi antarbangsa dan negara serta membangun pasar-pasar sebagai lambang perekonomian saat itu.

Langkah dan Tujuan Perencanaan

Tidak semua kalangan mampu menstabilkan suatu finansial dengan baik. Perlu adanya berbagai usaha hingga tahapan yang membutuhkan waktu. Dr Sulistya mengungkapkan beberapa masalah seringkali menjadi faktor ketidakberhasilan dalam menciptakan finansial yang stabil

“Nah beberapa di antaranya yaitu pertama karena cara berpikir merencanakan hal tersebut. Kemudian kedua meletakan prioritas mana yang harus didahulukan. Perlu mewaspadai jika rencana jangka panjang itu penting sekali. Jangan lupa juga bahwa tujuan perencanaan ini untuk mendapatkan kebahagiaan bukan hanya di dunia tapi di akhirat,” jelasnya.

Penulis: Ersa Awwalul Hidayah

Editor: Yulia Rohmawati