UNAIR NEWS – Ketekunan, semangat belajar, dan kerja keras mengantarkan Rodame Monitorir Napitupulu lulus dari Program Doktor Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga (UNAIR). Perempuan yang akrab disapa Rodame itu berhasil menyelesaikan studi Doktor Ilmu Ekonomi Islam dalam waktu 3 tahun 1 bulan dengan capaian IPK 3,97. Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa konsistensi dan kesungguhan mampu menghadirkan hasil terbaik.
Di balik capaian akademik tersebut, Rodame merupakan sosok yang menjalani banyak peran sekaligus. Selain menempuh studi doktoral, ia juga mengabdi sebagai dosen ASN di UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary serta menjalankan tanggung jawab sebagai ibu dalam keluarga. Baginya, pendidikan tinggi bukan sekadar pencapaian pribadi, melainkan jalan untuk meningkatkan kualitas diri dan memperluas manfaat bagi sesama. “Bagi saya, ilmu yang diperoleh harus membawa manfaat, bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk keluarga, mahasiswa, dan masyarakat luas,” ungkapnya.
Semangat Menempuh Studi
Berasal dari Sumatra Utara, Rodame mulai menumbuhkan tekad melanjutkan studi S3 sejak 2020. Motivasi itu hadir setelah terinspirasi dari Raditya Sukmana yang mendorongnya untuk terus berkembang di bidang keilmuan. Ia merasa ilmu pada jenjang magister belum cukup untuk menjawab tantangan di bidang Ekonomi Islam, khususnya Keuangan Sosial Islam.

Menurut Rodame, perjalanan studi doktoral tentu tidak selalu mudah. Berbagai tantangan, mulai dari pembagian waktu, tekanan akademik, hingga tanggung jawab keluarga harus dihadapi secara bersamaan. Namun, keinginan belajar yang kuat membuatnya mampu bertahan dan terus melangkah.
“Kesempatan belajar adalah amanah yang tidak boleh disia-siakan. Selama masih diberi kesempatan, maka kita harus terus berusaha memberikan yang terbaik,” ujarnya.
Prestasi Akademik dan Harapan Masa Depan
Selama menempuh studi di UNAIR, Rodame aktif mengikuti berbagai kegiatan akademik. Ia memperoleh kesempatan student mobility ke Malaysia serta berpartisipasi dalam konferensi ekonomi Islam internasional bersama para akademisi dunia. Pengalaman tersebut memperluas wawasan sekaligus jejaring profesionalnya.
Dalam bidang publikasi ilmiah, Rodame berhasil menerbitkan delapan artikel pada jurnal terindeks Scopus Q1, dengan tiga di antaranya sebagai penulis pertama. Ia juga menghasilkan dua book chapter internasional terindeks Scopus. Menurutnya, capaian itu diraih melalui proses belajar dari nol, konsistensi, serta dukungan para dosen pembimbing dan lingkungan akademik FEB UNAIR.
Bagi Rodame, gelar doktor bukanlah garis akhir, melainkan awal perjalanan baru untuk terus memberi manfaat bagi masyarakat. “Maksimalkan setiap kesempatan, jangan pernah menyerah, dan yakin bahwa usaha sungguh-sungguh akan menemukan jalannya. Man Jadda Wajada,” pesannya.
Penulis: Dheva Yudistira Maulana
Editor : Yulia Rohmawati





