Sejak akhir desember 2019, wabah penyakit corona virus baru (Covid-19; sebelumnya dikenal sebagai 2019-nCoV) terjadi wabah di Wuhan, Cina, yang menyebar ke seluruh dunia. Secara umum, Covid-19 adalah penyakit dapat sembuh tetapi bisa bersifat mematikan, dengan tingkat kematian 2% kasus. Kondisi infeksi penyakit covid19 yang parah menunjukkan kerusakan alveolar yang masif dan kegagalan pernapasan progresif. Patogen Covid-19 menghasilkan gangguan pernapasan dan demam, yang memerlukan manajemen khusus dalam penagananya, sehingga WHO menyatakan wabah Covid-19 sebagai pandemi internasional dan wabah yang penyebaran masif dan cepat antar manusia.
Berbagai upaya pengobatan dan penanganan pada penderita telah dilakukan mulai mengisolir sampai pada pemberian beberapa obar antiretroviral telah diberikan, bahkan pemberian imun/plasma konvalensen dan beberapa suplemen penguat sistem imun. Belum ada obat yang secara spesifik bisa membunuh virus.
Telah dilakukan penelitian tentang penggunaan Probiotik dengan penambahan Kolustrum dari susu sapi yang diharapkan dapat mencegah dan menanggulangi serangan virus. Uji dilakukan pada mencit (Mus Musculus) yang diinjeksikan vaksin Canine Corona Virus CCV), yaitu vaksin kucing yang identik dengan virus Covid-19 dan memberikan efek yang mirip juga seperti gangguan pada system pernafasan. Probiotik merupakan sekumpulan mikroba baik yang dibuat berdasarkan beberapa mikroba yang ada dalam usus halus, menghasilkan beberapa enzim dan senyawa yang berperan dalam meningkatkan nilai nutrisi, meningkatkan imunitas dan mencegah berkembangnya bakteri patogen. Sedangkan Colustrum yang ditambahkan merupakan air susu yang pertama kali keluar dari kelenjar mamae setelah melahirkan yang kaya akan antibody untuk meningkatkan imunitas.
Probiotik yang berbasis mikroba Lactobacillus sp. dan kombinasinya dengan Colustrom mampu mencegah dan mengurangi gejala dan keparahan serangan virus CCV pada mencit. Pengamatan dilakukan dengan terjadinya penurunan ekspresi ACE-2 (Angiotensin converting Enzim) yang merupakan reseptor tempat paerlekatan virus untuk masuk ke dalam sela tau jaringan tubuh. Demikian juga mengembalikan fungsi komponen darah dan mencegah kerusakan epitel saluran pencernakan berkelanjutan.
Penulis : Prof. Dr. Iwan Sahrial Hamid, drh MSi.
Artikel ini merujuk pada publikasi penelitian dengan judul “Effects of Colustrum Probiotics on ACE-2 Expression and Hematology In Murine Models Immunized Againts Canine Corona Virus” yang dapat diakses pada: https://e-journal.unair.ac.id/JMV/article/view/66274





