HPV dapat terdeteksi dalam darah menstruasi wanita dengan berbagai status klinis penyakit serviks. Darah menstruasi adalah sampel yang mudah dikumpulkan sendiri dan bersifat non-invasif. Dalam penelitian ini, kami ingin menunjukkan bahwa DNA HPV dapat terdeteksi dalam darah menstruasi cair pada kelompok populasi umum dengan sitologi normal yang dibagi menjadi dua kelompok berdasarkan aktivitas seksual dan faktor risiko yang terkait dengan positifnya DNA HPV. Penelitian ini merupakan yang pertama di Indonesia yang menggunakan darah menstruasi untuk mendeteksi DNA HPV.
Hal ini berbeda dengan penelitian sebelumnya yang mengumpulkan sampel darah menstruasi dari pembalut yang kemudian dimasukkan ke dalam kantong plastik. Responden dalam penelitian ini diminta untuk menggunakan cangkir menstruasi untuk mengumpulkan darah menstruasi pada hari kedua selama 2-4 jam, kemudian menyerahkannya kepada staf laboratorium dan mentransfernya ke tabung EDTA menggunakan syringe 3cc. Tabung EDTA yang berisi darah diguncang 8 kali untuk mencegah pembekuan darah. Hasil pemeriksaan PCR menunjukkan bahwa 22 dari 37 sampel darah menstruasi positif infeksi HPV berisiko tinggi pada kelompok multi-pasangan, dan 15 sampel positif pada kelompok pasangan tunggal.
Perbedaan hasil deteksi DNA HPV dari darah menstruasi dalam cangkir menstruasi di kedua kelompok menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kelompok wanita dengan pasangan tunggal dan pasangan multi-pasangan. Pengujian sampel darah menstruasi dianggap cocok untuk semua wanita yang sedang menstruasi sebagai metode skrining rutin, terutama bagi wanita yang mengalami gejala dan enggan berkonsultasi dengan dokter karena rasa malu atau sakit, serta bagi wanita yang memerlukan tindak lanjut lebih sering untuk perawatan atau pemulihan yang berhasil. Pengujian darah menstruasi merupakan spesimen diagnostik yang tepat untuk dipertimbangkan dalam deteksi non-invasif DNA HPV dan genotipe menggunakan PCR. Hasil penelitian ini konsisten dengan penelitian oleh Lee et al, yang menyatakan bahwa pengujian HPV dengan darah menstruasi memberikan metode skrining baru yang dapat secara signifikan meningkatkan aksesibilitas untuk skrining kanker serviks.
Hasil pemeriksaan PCR dari sampel darah menstruasi menunjukkan bahwa analisis hasil deteksi DNA HPV dari darah menstruasi dalam cangkir menstruasi dan usap serviks menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan antara hasil deteksi dari darah menstruasi dalam cangkir menstruasi dan usap serviks pada wanita dengan pasangan seksual tunggal. Ini sama dengan penggunaan cangkir menstruasi yang dapat memberikan kesempatan untuk mendeteksi HPV berisiko tinggi dalam darah menstruasi. Sampel darah menstruasi dalam penelitian ini diambil dari cangkir menstruasi yang digunakan selama 2-4 jam dan dipasang di vagina responden, secara langsung mengumpulkan darah menstruasi. Penelitian ini menggunakan sampel darah menstruasi pada hari kedua, terdapat perbedaan dalam hasil PCR antara usap serviks dan darah menstruasi pada sampel yang diberi kode A6, C6, A14, C14, A15, C15, A18, C18, A19, dan C19.
Sampel darah menstruasi menunjukkan hasil positif sementara usap serviks menunjukkan hasil negatif, dan sampel yang diberi kode A12 dan C12 menunjukkan hasil negatif untuk darah menstruasi dan positif untuk usap serviks. Di antara wanita yang dites positif HPV, sampel dari pembalut menstruasi menunjukkan hasil yang sangat konsisten dibandingkan dengan sampel yang diambil oleh dokter. Analisis hasil deteksi DNA HPV dari darah menstruasi dalam cangkir menstruasi dan usap serviks menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan antara hasil deteksi dari darah menstruasi dalam cangkir menstruasi dan usap serviks pada wanita dengan pasangan seksual multi. Pernyataan ini menunjukkan bahwa pengujian HPV dengan darah menstruasi memberikan metode skrining baru yang dapat secara signifikan meningkatkan aksesibilitas untuk skrining kanker serviks.
Sampel darah menstruasi menunjukkan hasil positif sementara usap serviks menunjukkan hasil negatif. Hal ini sesuai dengan temuan oleh Lee et al, bahwa sensitivitas, spesifisitas, nilai prediksi positif (PPV), dan nilai prediksi negatif (NPV) dari tes HPV berisiko tinggi dengan darah menstruasi dan tingkat kesepakatan untuk mendeteksi HPV berisiko tinggi lebih tinggi pada hari pertama menstruasi dibandingkan dengan hari kedua menstruasi. Zhang et al, menyatakan pendapat yang berbeda, yaitu tidak ada perbedaan signifikan secara statistik dalam tingkat positif HPV berisiko tinggi dalam darah menstruasi dan beberapa tingkat positif HPV berisiko tinggi dalam darah menstruasi pada hari-hari menstruasi yang berbeda, dari hari pertama hingga hari kelima menstruasi adalah setara. Penelitian yang membandingkan penerimaan dan kesesuaian antara sampel usap vagina yang diambil sendiri dan sampel darah menstru
Penulis: Eka Suryani Arifin, Pungky Mulawardhana, Puspa Wardhani
Link: https://sct.ageditor.ar/index.php/sct/article/view/669
Baca juga: Mengungkap Pengujian Dini Kanker Serviks pada Usia Subur Perempuan





