Perguruan tinggi saat ini menghadapi perubahan lingkungan yang dinamis akibat meningkatnya tekanan eksternal, seperti faktor politik, ekonomi dan teknologi, yang berarti bahwa perguruan tinggi harus memperbaiki kondisi internal untuk memastikan lulusan yang lebih tinggi dan posisinya baik di tingkat nasional maupun internasional. tingkat. Akibatnya, intensitas persaingan antar perguruan tinggi semakin meningkat, dan perguruan tinggi wajib memperkuat kapabilitasnya.
Sedangkan proses perubahan organisasi seringkali dipengaruhi oleh pemimpin, dimana middle manager memainkan peran penting sebagai mediator antara tim manajemen puncak (TMT) dan anggota organisasi. Manajer menengah dengan kapabilitas manajerial dinamis (DMC) mampu mendorong kemampuan beradaptasi organisasi dan meningkatkan kinerja melalui pengelolaan kompetensi dan sumber daya organisasi. Manajer dengan DMC yang bekerja dalam tim akan menghasilkan kepercayaan karyawan karena mereka akan tampil di level yang lebih tinggi ketika mendukung kepercayaan karyawan, yang berperan aktif dalam perubahan. Kondisi tersebut mengarah pada keberhasilan praktik perubahan karena karyawan yang mempercayai pemimpinnya akan memiliki peningkatan komitmen dan partisipasi dalam perubahan, yang pada akhirnya mempengaruhi kinerja organisasi.
Pemimpin dengan DMC memiliki kemampuan yang lebih besar untuk menciptakan ide-ide inovatif dan inisiatif perubahan, meskipun sinisme telah terbukti menjadi penyebab penolakan inisiatif perubahan pemimpin. Oleh karena itu, perlu fokus pada sikap karyawan dan dukungannya terhadap perubahan karena akan mempengaruhi pencapaian target kinerja. Selanjutnya, beberapa meta-analisis telah menemukan hasil yang tidak konsisten. Logikanya menunjukkan bahwa sinisme adalah penghalang kritis yang akan membuat atribut pemimpin perubahan diredam dan kurang berdampak. Salah satu aspek DMC yang bersumber dari pendidikan dan pengalaman terkait dengan munculnya atribusi sinisme-disposisional, sehingga menyalahkan “pemimpin perubahan” karena kurangnya kompetensi.
Penelitian ini mengambil konteks Top 11 Autonomous Higher Education Institutions (AHEIs) di Indonesia yang sedang mengalami perubahan organisasi untuk mencapai Top 500 World Class Universities. Ada 4.643 perguruan tinggi di Indonesia (https://forlap.ristekdikti.go.id). Namun, hanya tiga universitas yang masuk dalam 500 Universitas Kelas Dunia Terbaik (https://www.topuniversities.com). Tujuan ini mendorong pemerintah Indonesia untuk membuat kebijakan untuk mendorong perguruan tinggi melakukan perubahan untuk mencapai posisi yang lebih tinggi di peringkat global, seperti yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional BAPPENAS 2015-2019.
Metodologi yang digunakan adalah studi potong lintang dengan data multisumber dari 11 universitas peringkat tertinggi di Indonesia. Secara total, 2.047 responden, baik manajer menengah maupun dosen, berpartisipasi dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan makro SPSS untuk menguji hipotesis, temuan menunjukkan efek mediasi yang dimoderasi dari sinisme terhadap perubahan, yang mempengaruhi besarnya hubungan mediasi antara kepercayaan pada kepemimpinan dan DMC yang berkaitan dengan kinerja organisasi.
Penelitian ini berkontribusi untuk mengidentifikasi kepercayaan pada kepemimpinan sebagai salah satu variabel positif yang mampu memediasi hubungan antara DMC dan kinerja organisasi. Penelitian ini juga mampu menentukan salah satu kondisi negatif yang dapat melemahkan mekanisme hubungan antara DMC dan kepercayaan pada kepemimpinan, yaitu sinisme terhadap perubahan. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa kepercayaan pada kepemimpinan adalah salah satu aspek mendasar yang mempengaruhi kinerja organisasi. Oleh karena itu, kepercayaan pada kepemimpinan perlu diperhatikan secara serius karena memegang peranan penting dalam membangun lingkungan yang mendukung yang diperlukan untuk mensukseskan perubahan.
Menariknya, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara sinisme tinggi dan rendah dalam kaitannya dengan pembentukan kepercayaan tinggi pada kepemimpinan. Semakin tinggi sinisme, semakin tinggi kepercayaan pada kepemimpinan. Meskipun sinisme terhadap perubahan anggota organisasi tinggi, sebagian besar menganggap bahwa faktor situasional berada di luar kemampuan manajer menengah mereka dan bahwa mereka mempengaruhi keberhasilan perubahan organisasi, Organisasi masih percaya pada kemampuan kepemimpinan mereka dan bahwa keberhasilan perubahan tidak di bawah kendali pemimpin mereka. Oleh karena itu, kepercayaan pada kepemimpinan manajer menengah tetap tinggi, sedangkan anggota organisasi sangat sinis terhadap perubahan. Sebagai kesimpulan, model penelitian ini dan temuannya menunjukkan efek mediasi yang dimoderasi dari sinisme terhadap perubahan yang mempengaruhi besarnya hubungan mediasi antara kepercayaan pada kepemimpinan dan DMC terkait dengan kinerja organisasi.
Beberapa implikasi untuk kebijakan dan praktik pendidikan tinggi. Pertama, Dekan, sebagai manajer menengah PT di Indonesia, bukanlah akademisi yang terlatih untuk mengelola perguruan tinggi; mereka adalah dosen yang dipilih karena pangkatnya sebagai guru besar atau merupakan bagian dari tim sukses Rektor. Kami merekomendasikan Indonesia untuk mengadaptasi pendekatan manajerial yang digunakan oleh negara-negara maju untuk merekrut para profesional untuk menduduki posisi manajerial di PT. Kedua, Perguruan Tinggi Indonesia harus mengadopsi dua jalur karir bagi dosen, yaitu jalur akademik dan jalur administrasi. Ketiga, peran pemerintah Indonesia dalam mendukung peningkatan kinerja pemeringkatan perguruan tinggi menjadi sangat penting, khususnya anggaran khusus. Keempat, perlu dikembangkan kebijakan baru untuk mengelompokkan perguruan tinggi yang memiliki kinerja penelitian yang sangat baik menjadi universitas riset dan lainnya untuk fokus mengajar universitas.
Penulis: Prof. Badri Munir Sukoco
Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:
https://www.tandfonline.com/doi/abs/10.1080/13603124.2021.1974096
Yetty Dwi Lestari, Fiona Niska Dinda Nadia, Badri Munir Sukoco, David Ahlstrom, Sunu Widianto, Ely Susanto, Reza Ashari Nasution & Anas Miftah Fauzi (2021): Dynamic managerial capability, trust in leadership and performance: the role of cynicism toward change, International Journal of Leadership in Education, https://doi.org/10.1080/13603124.2021.1974096





