Universitas Airlangga Official Website

Perdana! Pameran Jurnalistik Mahasiswa Basasindo UNAIR Tampilkan Ragam Karya Media

Nuri Hermawan SHum MHum selaku dosen pengampu mata kuliah jurnalistik saat mendampingi mahasiswa untuk pameran di gedung kesenian Cak Durasim (Foto: Istimewa).
Nuri Hermawan SHum MHum selaku dosen pengampu mata kuliah jurnalistik saat mendampingi mahasiswa untuk pameran di gedung kesenian Cak Durasim (Foto: Istimewa).

UNAIR NEWS – Kali pertama, mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia (Basasindo) Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga (UNAIR) menggelar pameran jurnalistik. Bertempat di gedung kesenian Cak Durasim pada Jumat (27/6/2025). Gelaran itu merupakan buah dari proses pembelajaran mata kuliah Jurnalistik semester enam, yang tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga praktik langsung di lapangan.

Dosen pengampu mata kuliah Jurnalistik, Nuri Hermawan SHum MHum, mengatakan bahwa inisiasi pameran sudah menjadi wacana sejak lama. Terlebih, sebagai upaya untuk memperkaya pengalaman mahasiswa.

“Kami ingin mahasiswa tidak hanya mendapat teori di dalam kelas, tapi juga mengalami proses seperti tim media sungguhan. Dari mulai merancang, memproduksi, hingga menayangkan hasilnya dalam bentuk pameran,” jelasnya.

Ia juga turut mengapresiasi kesuksesan acara, terutama berharap agar pameran menjadi agenda tahunan yang konsisten dan semakin berkembang kualitasnya. “Meski ini pameran pertama, kami tidak menyangka mahasiswa menyiapkannya dengan begitu kreatif dan menarik. Sangat baik,” tambah Nuri. 

Hasil beragam karya media oleh mahasiswa Basasindo angkatan 2022 (Foto: Istimewa).

Pameran itu melibatkan seluruh mahasiswa semester enam angkatan 2022. Haikal Wiranata sebagai ketua pelaksana, menyampaikan bahwa seluruh karya yang ditampilkan adalah hasil orisinalitas mahasiswa selama menjalani pembelajaran di kelas Jurnalistik.

“Kita memang tidak menetapkan satu tema besar karena tiap kelompok punya fokus sendiri. Ada yang mengangkat folklor, ada juga yang mengulas isu-isu urban di Surabaya,” ujar Nata, sapaan dekatnya. 

Adapun jenis-jenis karya dalam pameran itu sangat beragam. Nata menuturkan, tidak hanya publikasi artikel, namun juga majalah, buku, video dokumenter, hingga media digital berbentuk website. Isu-isu yang diangkat antara lain kritik sosial urban, kekayaan budaya lokal, dan narasi-narasi kontemporer yang dikemas dalam berbagai format media.

Nata pun menambahkan bahwa selain menjadi wadah ekspresi, pameran tersebut juga bertujuan untuk mengenalkan Prodi Basasindo yang aktif di bidang media. “Mahasiswa Basasindo banyak yang magang di media besar seperti CNN dan IDN Times. Jadi, penting untuk menunjukkan bahwa kita punya kapasitas mumpuni di bidang jurnalistik,” tuturnya.

Meski menurut Nata persiapan acara dilakukan secara cepat, namun, pameran itu tetap berhasil mendapat sokongan antusias dari berbagai pihak. Salah satunya berkolaborasi dengan pementasan Dramaturgi, yang juga digelar di tempat yang sama. Alhasil, pengunjung pertunjukan diarahkan juga untuk melihat pameran sebelum memasuki teater. 

Nata menyebut keseluruhan karya pameran merupakan hasil murni mahasiswa, dengan dukungan dan pendampingan intensif dari dosen pengampu. Ia berharap acara bisa menjadi awal tradisi baru di lingkungan prodi. 

“Yang penting acara ini diteruskan. Harapannya tahun depan bisa lebih besar, lebih rapi, dan dikenal oleh lebih banyak orang,” pungkasnya.

Penulis: Nur Khovivatul Mukorrobah

Editor: Khefti Al Mawalia