Kehamilan pada wanita yang tidak menikah masih mendapatkan penilaian yang salah dari masyarakat. Menjadi janda atau orang tua tunggal selalu dikarakterisasi sebagai individu yang mengalami ketidakamanan finansial, menimbulkan gosip di masyarakat, menjadi korban pelecehan seksual, dan rasa cemburu seksual oleh wanita lain.
Di Indonesia, kehamilan yang tidak diinginkan pada wanita yang tidak menikah sering terjadi antara usia 13-18 tahun. Penelitian lain menyatakan bahwa angka kehamilan remaja di Indonesia masih tinggi, yaitu 58,6%. Kejadian pernikahan karena kehamilan yang tidak direncanakan pada tahun 2013 sebesar 84,12% dari 143 ikatan, kemudian pada tahun 2014, bertambah menjadi 85,9% dari 140 pernikahan. Pada tahun 2015, peningkatan tersebut terus berlanjut menjadi 87,5% dari 160 peristiwa pernikahan. Informasi tersebut menunjukkan tingginya angka kehamilan pada wanita yang tidak menikah di Indonesia memerlukan perhatian yang ekstrem (Afifah, 2017; Rohmah et al., 2020; Aladin, 2017).
Kehamilan tidak diinginkan pada wanita yang tidak menikah seringkali terjadi akibat aktivitas seksual remaja yang tidak diikuti dengan pengetahuan yang cukup mengenai risiko dari aktivitas seksual tersebut. Kehamilan yang tidak diinginkan juga dapat berdampak buruk baik pada ibu maupun bayi yang dilahirkan. Beberapa risiko yang dapat mengancam wanita yang tidak menikah yang mengalami kehamilan tidak diinginkan berasal dari kurangnya perawatan antenatal lengkap.
Wanita dengan kehamilan yang tidak diinginkan cenderung kurang melaporkan kehamilan, kurang menerima perawatan antenatal (ANC), dan empat kali lebih mungkin memulai perawatan antenatal terlambat dibandingkan dengan kehamilan yang diinginkan. Tidak mengakses ANC dengan sengaja menyebabkan wanita yang tidak menikah kehilangan informasi yang memadai tentang ANC. Dampak negatif lainnya adalah terhambatnya deteksi dini tanda dan gejala komplikasi kehamilan (Laksono et al., 2021).
Di Indonesia, kehamilan yang tidak diinginkan pada wanita tidak menikah pada masa remaja menyebabkan beban ganda. Pertama, tanggung jawab karena perubahan fisik, dan kedua adalah beban psikologis karena menimbulkan rasa malu dan perasaan bersalah yang berakhir dengan keputusan untuk melakukan aborsi. Karena kehamilan yang tidak diinginkan pada wanita yang tidak menikah di Indonesia memiliki dampak yang kompleks, maka hal ini membutuhkan perhatian yang lebih komprehensif.
Penelitian ini berupaya untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kehamilan yang tidak diinginkan di kalangan wanita yang tidak menikah di Indonesia. Penelitian dilakukan pada 1.050 wanita yang tidak menikah dalam rentang usia subur (15-49 tahun) yang telah melahirkan dalam lima tahun terakhir di Indonesia. Tidak menikah dalam hal ini diartikan dengan belum pernah menikah, janda, atau bercerai.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 15,5% dari perempuan yang tidak menikah di Indonesia telah mengalami kehamilan yang tidak diinginkan dalam lima tahun terakhir. Berbagai faktor yang mempengaruhi kehamilan tidak diinginkan di antara perempuan yang belum menikah di Indonesia, yaitu jenis tempat tinggal, kelompok usia, tingkat pendidikan, status pekerjaan, status kekayaan, dan paritas. Perempuan tidak menikah yang tinggal di daerah perkotaan lebih cenderung mengalami kehamilan yang tidak diinginkan dibandingkan dengan perempuan yang belum menikah di daerah pedesaan. Karakteristik lain yang berkaitan dengan kehamilan tidak diinginkan didominasi oleh wanita tidak menikah berusia 40-44 tahun, hanya memiliki riwayat pendidikan dasar, wanita pekerja, memiliki status kekayaan termiskin, dan multipara.
Wanita dengan tingkat paritas tinggi mungkin memiliki kesadaran dan akses terbatas terhadap layanan perencanaan keluarga, sehingga sulit untuk melaksanakan kontrasepsi tertentu. Lebih lanjut, kombinasi antara kemiskinan dan pendidikan yang buruk menambah buruknya kondisi wanita yang tidak menikah yang mengalami kehamilan yang tidak diinginkan. Kondisi ini dapat menjadi siklus kemiskinan yang diwariskan hingga generasi selanjutnya.
Penulis: Ratna Dwi Wulandari
Sumber: Laksono, Agung D.; Wulandari, Ratna D.1,; Rohmah, Nikmatur2; Matahari, Ratu3. Unmarried Women and Unintended Pregnancy: An Indonesian Cross-Sectional Study. Indian Journal of Community Medicine 48(2):p 361-363, Mar–Apr 2023.
Link Artikel: https://doi.org/10.4103/ijcm.ijcm_325_22





