Universitas Airlangga Official Website

Perjuangan Abi Jadi Dokter Pertama di Keluarga

Danial Habri
Danial Habri Arsyi, Wisudawan Berprestasi S1 Fakultas Kedokteran

“Setiap langkah kecil menuju prestasi adalah bagian dari perjalanan besar menuju kesuksesan”

UNAIR NEWS – Banyak mahasiswa yang menunjukkan prestasi gemilangnya selama berkuliah di Universitas Airlangga (UNAIR). Salah satunya adalah Danial Habri Arsyi, lulusan baru Fakultas Kedokteran (FK) UNAIR. Berkat segudang pencapaian yang ia torehkan sejak mahasiswa, laki-laki yang akrab disapa Abi itu dinobatkan sebagai wisudawan berprestasi FK UNAIR pada momen wisuda periode 242.

Pencapaian yang telah dikumpulkan Abi selama berkuliah bisa dibilang fantastis. Mulai dari juara lomba esai tingkat nasional hingga menjadi delegasi ⁠untuk Clinical Training Program di Department of Cardiac and Thoracic Surgery and Department of Internal Medicine, Seoul National University Hospital, Korea Selatan.

Menurut Abi, dukungan dari orang-orang terdekatlah yang menjadi motivasi bagi ia dalam meraih berbagai prestasi. “Dukungan dari orang tua, para dosen FK UNAIR, serta teman-teman dekat yang suportif dan selalu memotivasi satu sama lain adalah faktor utamanya,” ujarnya.

Namun, Abi juga menekankan pentingnya dorongan internal dari diri sendiri untuk terus maju dan melangkah. Sebagai generasi pertama dalam keluarga yang berhasil menempuh pendidikan kedokteran, ia merasa harus memiliki nilai dan value lebih sehingga dapat bersaing dengan teman-teman sebayanya di FK.

Selama menjalani perkuliahan, Abi menghadapi berbagai tantangan seperti membagi waktu antara akademik, organisasi, dan kehidupan pribadi. “Dari situlah saya belajar soal manajemen waktu dan manajemen prioritas,” ungkapnya.

Keberhasilannya dalam manajemen waktu dan prioritas menghantarkan Abi untuk bisa berkontribusi dalam berbagai penelitian. Ia pun sukses menjadi penulis jurnal terindeks Scopus Q1 berjudul “The Role of Optimism in Manifesting Recovery Outcomes After Coronary Artery Bypass Graft Surgery: A Systematic Review”.

Menurut Abi, keberhasilan itu juga berkat bantuan mentor selama berkuliah. “Sebagai seorang pengembara yang menempuh perjalanan panjang, kita pasti butuh guru yang menunjukkan arah sehingga kita bisa termotivasi dan terus dalam jalur yang benar,” katanya.

Bagi Abi, prestasi tidak hanya berarti piala atau sertifikat penghargaan, tetapi juga kontribusi positif bagi diri sendiri dan lingkungan sekitar.

“Tetap berprestasi dengan cara apapun yang kita bisa dan bidang apa pun yang kita minati. Dengan begitu, hal positif yang kita lakukan dapat berdampak dan membawa perubahan bagi diri sendiri dan orang-orang di sekitar kita,” pungkasnya.

Penulis: Adinda Aulia Pratiwi
Editor: Yulia Rohmawati