UNAIR NEWS – Lembaga Pengembangan Jurnal, Publikasi, dan Hak Kekayaan Intelektual (LPJPHKI) Universitas Airlangga (UNAIR) menerima kunjungan tim Web of Science (WoS) – Clarivate Analytics, Selasa (21/10/2025). Kunjungan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat strategi pengelolaan riset, publikasi, jurnal dan kolaborasi global di lingkungan UNAIR. Dalam pertemuan yang berlangsung di Gedung LPJPHKI tersebut, tim WoS menyampaikan paparan berbasis data tentang posisi riset UNAIR di panggung internasional. Mereka juga memberikan rekomendasi strategis untuk meningkatkan kualitas, visibilitas, dan dampak ilmiah publikasi universitas.
Perkuat Reputasi Akademik
Ketua LPJPHKI, Prof Ferry Efendi, menegaskan bahwa UNAIR kini bergerak menuju riset dan publikasi berbasis dampak (impact-driven research). Menurutnya, LPJPHKI berkomitmen untuk menjadi pusat pengembangan budaya riset berkualitas. Mulai dari penguatan tata kelola jurnal hingga peningkatan kapasitas publikasi dan paten dosen. “Fokus UNAIR saat ini bukan hanya produktivitas publikasi. Tetapi juga bagaimana publikasi itu memberikan pengaruh nyata bagi masyarakat dan memperkuat reputasi akademik universitas di tingkat dunia,” ujar Prof Ferry.

Sementara itu, tim WoS menekankan bahwa publikasi ilmiah tidak hanya berfungsi sebagai luaran akademik. Melainkan juga sebagai cermin kapasitas riset dan reputasi global institusi. Publikasi pada emerging research topics. Yakni bidang riset baru yang sedang tumbuh pesat menjadi indikator penting bahwa peneliti UNAIR aktif berada di garis depan penemuan ilmiah. Fokus pada topik-topik frontier seperti antimicrobial resistance, digital health, precision public health, dan one health framework akan memperkuat posisi UNAIR sebagai pusat inovasi kesehatan dan ilmu kehidupan di kawasan Asia Tenggara.
Ekosistem Riset Kolaboratif
Dalam sesi perbandingan, WoS menampilkan model keberhasilan National University of Singapore (NUS) dan Peking University. Keduanya berhasil meningkatkan dampak risetnya melalui kombinasi antara kolaborasi strategis dan fokus pada riset interdisipliner. NUS, misalnya, mencatat lonjakan signifikan dalam Collaborative Normalized Citation Impact (CNCI). Sementara Peking University menunjukkan pertumbuhan pengaruh riset hingga 77% di atas rata-rata dunia berkat strategi kolaborasi yang seimbang antara peneliti muda dan mitra global bereputasi tinggi.
Melalui kunjungan ini, UNAIR menegaskan visinya untuk mengembangkan ekosistem riset yang terintegrasi, kolaboratif, dan berorientasi masa depan, dengan LPJPHKI sebagai motor penggerak utama dalam mengoptimalkan potensi emerging research topics sebagai horizon baru penemuan ilmiah Indonesia.
Penulis: LPJPHKI
Editor: Yulia Rohmawati





