UNAIR NEWS – Salah satu cara untuk meraih predikat 500 kampus terbaik dunia adalah memerkuat jejaring internasional. Langkah itu sudah dilakukan oleh UNAIR, melalui segenap unit maupun fakultas yang ada di kampus ini. Termasuk, Sekolah Pascasarjana.
Wakil Direktur I bidang Akademik Sekolah Pascasarjana (SP) Prof. Dr. Anwar Ma’ruf, M.Kes, drh., mengatakan, pihaknya sudah menjalankan banyak program yang melibatkan pihak luar negeri. Di samping melakukan riset bersama antara SP dan institusi lain, dijalankan pula kerjasama pendidikan. Misalnya, datang ke kampus lain untuk menawarkan program SP sebagai pilihan studi lanjut mahasiswa di kampus tersebut.
Sebagai contoh, pertengahan tahun lalu, SP datang ke tiga kampus di Myanmar. Sebelumnya, sudah dijalin komunikasi dengan pihak kampus-kampus yang dimaksud. Dari sana, diketahui terdapat banyak mahasiswa di kampus-kampus tadi yang berminat melanjutkan studi di UNAIR.
“Minat mereka tersebar ke banyak fakultas. Termasuk, ke Sekolah Pascasarjana,” kata Guru Besar Fakultas Kedokteran Hewan itu saat ditemui di ruang kerjanya Senin (6/11).
Kedatangan Anwar dan sejumlah dosen UNAIR ke Myanmar sekaligus untuk melakukan salah satu tahapan seleksi. Dari hasil tes tersebut, terjaring banyak mahasiswa yang pada awal tahun 2018, atau ketika masuk semester genap, bakal resmi menjadi mahasiswa SP.
Selama ini, ada banyak jalur beasiswa yang tersedia di UNAIR dan bisa digunakan mahasiswa asing. Di SP, sudah ada sejumlah mahasiswa asing. Misalnya, dari Nigeria, Tanzania, Suriah, dan lain sebagainya.
Memang, keberadaan mahasiswa asing bukan satu-satunya variabel untuk mendongkrak ranking di level dunia. Masih banyak variable lainnya. Antara lain, jumlah publikasi internasional terindeks Scopus.
Untuk meningkatkan jumlah publikasi itu, SP mengadakan program Visiting Profesor. Ada dua Guru Besar dari Malaysia yang tahun ini datang. Selain mengajar, mereka juga memberikan bimbingan teknis pada mahasiswa dan dosen tentang seluk-beluk mengirimkan artikel ke jurnal internasional bereputasi. Targetnya, minimal ada enam artikel yang dapat dipublikasikan, sehubungan dengan kehadiran dua akademisi negeri Jiran tersebut.
“Salah satu mahasiswa kami, sudah menulis di jurnal internasional bereputasi. Satu artikel sudah terpublikasi, satu lagi sudah diterima dan siap dipublikasikan,” kata Anwar.
Ditambahkan Anwar, selama ini pihaknya secara rutin mengadakan konferensi internasional tiap tahun. Para mahasiswa dan dosen juga diarahkan untuk ikut seminar dan konferensi internasional di kampus lain. Baik di dalam, maupun di luar negeri.
Kuliah umum berlevel dunia juga kerap dilaksanakan oleh oleh masing-masing program studi yang ada. Dengan demikian, wawasan para mahasiswa maupun dosen lebih luas. Perspektif mereka menjadi lebih kaya sehingga kualitas SDM di sana pun makin terjamin. Dengan demikian, SP jadsanggup bersaing di ranah global.
Program Studi di Sekolah Pascasarjana
S-2
- Ilmu Forensik
- Imunologi
- Sains Hukum dan Pembangunan
- Sains Ekonomi Islam
- Pengembangan Sumber Daya Manusia
- Bioteknologi Perikanan dan Kelautan
- Kajian Hak Atas Kekayaan Intelektual
- Kajian Ilmu Kepolisian
- Teknobiomedik
- Manajemen Bencana
S-3
- Ilmu Ekonomi Islam
- Pengembangan Sumber Daya Manusia





