UNAIR NEWS – Divisi Interprofessional Education (IPE) Direktorat Pendidikan Universitas Airlangga (UNAIR) mengadakan seminar dan workshop “Implementing Comprehensive and Accomodative Interprofessional Education Curriculum” pada Jumat (29/6). Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Kahuripan 300 Lantai 3 Kantor Manajemen UNAIR.
Hadir dalam acara tersebut satuan tugas (satgas) IPE UNAIR yang ditunjuk fakultas masing-masing dan telah mendapat surat keputusan (SK) dari Rektor. Selain itu, acara tersebut dihadiri tim dari setiap fakultas. Sementara itu, pembicara dalam acara itu, antara lain, Prof. Muhammad Saiful Bahri Yusoff, MD., MMEd., Ph.D., dari Universiti Sains Malaysia (USM) dan Widyandana, dr., MHPE., Ph.D., SP.M dari Universitas Gajah Mada (UGM).
Prof. Saiful menyampaikan, IPE adalah peristiwa ketika dua atau lebih profesi belajar, antara satu dengan yang lain, memungkinkan adanya kolaborasi yang efektif dan meningkatkan hasil kesehatan. IPE didesain bukan untuk kebutuhan yang mendadak, melainkan harus dirancang dari awal.
Selain itu, IPE Curriculum bukan merupakan hal yang asing. IPE sebenarnya bisa dengan mudah diterima di setiap fakultas kesehatan.
“Supaya dapat menemukan titik temu kurikulum, harus ditemukan persamaan kurikulum yang ada,” tambahnya.
Di samping itu, dr. Widyandana mengungkapkan alasan mengadakan IPE karena banyaknya hal yang muncul di lapangan terkait konflik antarprofesi. Karena itu, adanya IPE diharapkan dapat mengurangi konflik antarprofesi maupun interprofesi.
“Inti yang dituju dari kolaborasi ini adalah efektivitas perawatan pasien akan meningkat melalui kerja tim,” tambahnya.
Di sisi lain, Dr. Prihartini Widyanti, drg., M.Kes., selaku koordinator kegiatan tersebut menjelaskan bahwa IPE sangat dibutuhkan. Bidang kesehatan sangat memerlukan kolaborasi dan komunikasi yang efektif antarprofesi. Tujuannya adalah meminimalkan medical error dan rujukan yang salah.
“Karena itu, pembelajaran IPE ini memang harus dilaksanakan sebelum the real world atau dunia kerja yang akan dihadapi mahasiswa. Utamnya agar teman-teman semua terbiasa merasakan belajar bersama dengan profesi yang lain,” imbuhnya.
Di UNAIR sendiri, lanjut dia, ada enam fakultas yang terlibat IPE. Yakni, Fakultas Kedokteran (FK), Fakultas Kedokteran Gigi (FKG), Fakultas Farmasi, Fakultas Keperawatan (FKp), Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), dan Fakultas Psikologi.
“Rencananya, tahun ini kita menyelesaikan lima modul sebagai klaster. Modul kita yang pertama yaitu modul mengenai HIV, kejadian luar biasa (KLB), passion safety, NAPZA, dan penanggulangan bencana,” sebutnya. (*)
Penulis: M. Najib Rahman
Editor: Feri Fenoria Rifa’i





