UNAIR NEWS – Direktorat Pengembangan Karir, Inkubasi Kewirausahaan, dan Alumni (DPKKA) UNAIR menyelenggarakan webinar Virtual Career Mentoring Pertamina in 2 Me. Webinar ini terselenggara pada Sabtu (17/5/2025). Narasumber yang turut hadir salah satunya adalah Analyst Contract Management Regional 1 PT Pertamina Hulu Rokan, Reni Marliana Janssens. Ia memaparkan materi seputar strategi memahami diri sendiri untuk mempersiapkan karir di masa depan.
Reni menyampaikan bahwa pengalaman hidup memegang peranan fundamental dalam membentuk pemahaman seseorang tentang pribadinya. Pemahaman akan diri sendiri merupakan sebuah perjalanan kompleks yang terbentuk oleh beragam faktor. Empat pilar utama yang saling terkait dan berperan besar dalam konstruksi diri seseorang adalah pengalaman hidup, nilai dan keyakinan, interaksi sosial, serta kesadaran diri.
“Konkretnya adalah didikan orang tua yang menekankan pentingnya disiplin dalam sebuah janji. Secara inheren menanamkan nilai-nilai yang akan memengaruhi cara seseorang memandang komitmen dan tanggung jawab di masa depan,” tutur Reni.
Kompas Moral
Tidak kalah penting, nilai-nilai hidup dan keyakinan yang dipegang teguh merupakan kompas moral yang memandu setiap tindakan dan keputusan. “Prinsip-prinsip ini, yang seringkali terinternalisasi sejak usia dini melalui keluarga, pendidikan, atau lingkungan sosial, memainkan peran sentral dalam mendefinisikan siapa seseorang itu,” ucapnya. Integritas, kejujuran, empati, atau kegigihan adalah beberapa contoh nilai yang, ketika dipegang teguh, secara signifikan memengaruhi cara seseorang berinteraksi.

Selanjutnya, cara orang lain menginterprestasikan seseorang dalam interaksi sosial memiliki dampak yang tidak kalah besar terhadap pemahaman diri. Respons dan persepsi lingkungan sekitar dapat berfungsi sebagai cermin yang merefleksikan aspek-aspek tentang pribadi yang mungkin tidak individu sadari. Semua berkontribusi pada pembentukan citra pribadi dan bagaimana seseorang melihat ia dalam konteks sosial.
Reni menambahkan, pilar lainnya adalah kesadaran diri. Pilar ini merupakan proses berkelanjutan yang melibatkan refleksi dan introspeksi mendalam. Melalui perenungan tentang pikiran, perasaan, motivasi, dan perilaku sendiri, seseorang dapat memperoleh pemahaman yang lebih dalam mengenai siapa pribadinya sesungguhnya.
Kekuatan dan Kelemahan
Salah satu kekurangan utama yang sering muncul adalah ketidakpercayaan diri, yang lahir dari kurangnya keyakinan pada kemampuan pribadi. Hal ini dapat menghambat potensi seseorang secara signifikan. Selain itu, ketergantungan berlebih pada orang lain atau teknologi untuk menyelesaikan tugas pribadi juga menjadi penghambat serius.
Di sisi lain, beberapa kekuatan esensial meliputi komunikasi yang efektif, yaitu kemampuan menyampaikan gagasan secara jelas dan meyakinkan. Yang tidak kalah penting adalah kemampuan menganalisis informasi dengan cepat dan akurat, serta keberanian mengambil keputusan sendiri. “Kemandirian juga merupakan kekuatan besar. Mencakup kemampuan bekerja mandiri, mengatur waktu, dan mengambil inisiatif tanpa perlu pengawasan ketat,” tambah Reni.
Prioritas dan Tujuan Hidup
Prioritas hidup merujuk pada hal-hal yang paling penting atau utama dalam waktu tertentu. Sebaliknya, tujuan hidup adalah cita-cita, harapan, atau pencapaian jangka panjang yang ingin diraih dengan semangat dan dedikasi. “Jika prioritas adalah langkah-langkah konkret yang diambil saat ini, tujuan adalah destinasi akhir yang ingin dicapai,” terangnya.
“Mengenal diri membuka jendela menuju pemahaman yang lebih mendalam tentang tujuan hidup dan makna eksistensi,” tutur Reni. Ia menekankan bahwa melalui introspeksi diri secara jujur dan refleksi mendalam, seseorang dapat membangun koneksi yang kuat dengan dirinya sendiri. “Ini krusial untuk memperoleh kejelasan dalam pengambilan keputusan yang akan memengaruhi arah hidup,” imbuhnya.
Penulis: Arifatun Nazilah
Editor: Yulia Rohmawati





