Universitas Airlangga Official Website

Pesta Rakyat Jaranan Mataraman Tutup PPK Ormawa BSO Pakar Sajen

Penampilan Jaranan Mataraman Sanggar Kusumo Budaya sebagai sanggar binaan BSO Pakar Sajen. (Foto : Istimewa)
Penampilan Jaranan Mataraman Sanggar Kusumo Budaya sebagai sanggar binaan BSO Pakar Sajen. (Foto : Istimewa)

UNAIR NEWS – Badan Semi Otonom Paguyuban Karawitan Sastra Jendra (Pakar Sajen) Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga helat Pesta Rakyat Jaranan Mataraman. Kegiatan itu digelar dalam rangka menutup kegiatan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Mahasiswa (PPK Ormawa) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia.

Pesta rakyat itu digelar di Desa Sanan Dayu, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar pada Rabu (15/11/2023). Mengundang Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Blitar, kegiatan itu menampilkan serangkaian kegiatan mulai pukul 15.00 hingga 23.00 WIB.

Kegiatan itu dimulai dari pembukaan yakni penampilan dari Jaranan Mataraman Sanggar Kusumo Budoyo sebagai sanggar mitra BSO Pakar Sajen. Kemudian dilanjutkan dengan suguh sesaji dan pecut. Prosesi itu merupakan salah satu syarat dalam mengawali penampilan jaranan yang ditujukan pada danyang atau roh penjaga suatu wilayah sebagai bentuk izin dan penghormatan.

Selanjutnya, penampilan diisi oleh penampilan-penampilan oleh Sanggar Kusumo Budoyo yang menampilkan Jaranan Mataraman dalam berbagai kreasi. Penampilan itu di antaranya jaranan kreasi, Kepang Parang Celeng, Bujang Ganong, hingga Rampak Barong.

Terdapat pula penyerahan kenang-kenangan oleh PPK Ormawa BSO Pakar Sajen pada pihak Sanggar Kusumo Budoyo sebagai sanggar mitra, pihak Desa Dayu sebagai desa mitra, pada Disbudpar Kabupaten Blitar sebagai kolaborator selama kegiatan PPK Ormawa dilaksanakan. Selanjutnya, penandatanganan penyerahan bantuan kesenian oleh Wakil Dekan I FIB yakni Listiyono Santoso pada Pimpinan Sanggar Kusumo Budoyo, Sakimin.

Sebagai informasi, BSO Pakar Sajen berhasil lolos untuk menghadiri Abdidaya Ormawa atau final kegiatan PPK Ormawa Desember mendatang. Sebelumnya, BSO Pakar Sajen telah melangsungkan kegiatan pengabdian di Desa Dayu sejak Agustus lalu.

Imam selaku Ketua Pelaksana PPK Ormawa BSO Pakar Sajen menyatakan perasaan haru karena telah mencapai titik ini. Menurutnya, program ini bukan suatu hal yang mudah untuk dijalani karena memakan waktu yang lama dan berkepanjangan. Konsistensi, kerjasama tim, hingga manajemen organisasi benar-benar diuji selama pelaksanaan kegiatan.

“Suatu kebanggan mencapai titik ini, lolos menjadi peserta Abdidaya Ormawa adalah hal yang tak pernah terbayangkan sebelumnya. Dan karena kami sudah mencapai titik ini, inilah saatnya untuk memaksimalkan seluruh potensi,” ucapnya.

Ia juga mengungkapkan kekaguman atas antusiasme masyarakat Desa Dayu yang sangat tinggi. Mulai dari kedatangan pertama dan seluruh kegiatan yang disambut dengan bantuan dan semangat tinggi.

“Terimakasih semua pihak yang sudah membantu program PPK BSO Pakar Sajen ini. Kami berharap seluruh hal yang telah kami upayakan dapat memberikan dampak yang baik bagi desa ini tidak hanya saat kami berada di sini saja, tetapi untuk keberlangsungan ke depan. Kenangan dan cerita di Desa Dayu akan kami ingat selalu.”

Penulis : Ilma Arrafi Nafi’a

Editor : Khefti Al Mawalia