Universitas Airlangga Official Website

Guru Besar FH UNAIR Sampaikan Gagasan Humanistic International Law di Colloquium UniSZA Malaysia

Humas FH (17/11/2025) | Prof. Dr. Aktieva Tri Tjitrawati, S.H., M.Hum, Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Airlangga sekaligus Koordinator Program Studi S3 Doktor Ilmu Hukum, tampil sebagai pembicara kunci dalam 2nd FUHA International Postgraduate Colloquium 2025 di Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA), Malaysia, pada 16 November 2025. Dalam forum akademik internasional yang menjadi bagian dari 2025 International Summer School Program tersebut, Prof. Eva –panggilan akrabnya– menyampaikan pidato kunci berjudul “Humanity’s Approach to Global Public Goods to Realise Sustainable Development Goals in the Field of Health and Environment.” Ia menegaskan bahwa dunia kini menghadapi risiko global yang semakin terintegrasi, mulai dari pandemi hingga krisis iklim, yang tidak lagi dapat diselesaikan melalui paradigma hukum internasional klasik berbasis kedaulatan negara.

Prof. Eva menjelaskan bahwa model Westphalia yang memusatkan kekuasaan pada negara telah terbukti tidak memadai menghadapi tantangan lintas batas. Ia mencontohkan ketimpangan akses vaksin COVID-19 dan kebijakan penarikan negara besar dari perjanjian global sebagai bukti bahwa tindakan legal secara formal dapat berdampak negatif bagi kemanusiaan. Selain itu, meningkatnya peran aktor non-negara seperti korporasi global, komunitas ilmiah, dan platform digital semakin memperlihatkan perlunya struktur hukum yang lebih inklusif.

Baca Juga: Tenaga Kependidikan FH UNAIR Raih Penghargaan pada Dies Natalis Universitas Airlangga ke-71

Sebagai solusi, Prof. Eva menawarkan humanity-centred paradigm, pendekatan hukum internasional baru yang berfokus pada perlindungan kepentingan umat manusia, mendorong polycentric governance, dan menempatkan keadilan distributif sebagai prinsip utama. Ia juga menekankan bahwa Asia Tenggara, khususnya Indonesia dan Malaysia, memiliki potensi besar menjadi pelopor paradigma ini, mengingat kerentanan kawasan terhadap krisis lingkungan dan kesehatan serta sejarah diplomasi regional yang kuat. Kehadiran Prof. Eva tidak hanya memperkuat kontribusi akademik Indonesia di ranah global, tetapi juga menegaskan komitmen FH UNAIR dalam mendorong tata kelola hukum internasional yang lebih manusiawi, inklusif, dan berkelanjutan.

Penulis: Jessica Ivana Haryanto

Editor: Masitoh Indriani