Universitas Airlangga Official Website

Perjalanan Nadia Jovita di Dunia Bela Diri, dari Jambi hingga Osaka

Humas FH (08/05/2025) | Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Airlangga (FH UNAIR) kembali menorehkan prestasi gemilang di tingkat internasional. Nadia Jovita (2023) sukses mengharumkan nama almamater dengan meraih medali perak pada kategori individual dan medali perunggu pada kategori pair dalam ajang 21st WATA Open International Taekwondo Championship 2025. Kejuaraan ini diselenggarakan di Ohama Daishin Arena, Sakai, Osaka, Jepang pada hari Jumat (25/04/2025) hingga Minggu (27/04/2025).

Prestasi yang diraih Jovita merupakan hasil dari perjalanan panjang yang dimulai sejak masa sekolah. Taekwondo pertama kali ia tekuni di sebuah dojang kecil di Jambi. Awalnya, kegiatan ini hanya menjadi bentuk iseng di sela-sela rutinitas akademik. Namun, seiring waktu, latihan demi latihan mulai menjadi bagian penting dalam hidupnya. Di bawah bimbingan dua pelatih yang berperan besar dalam membentuk kedisiplinan dan karakter, Jovita menjadikan taekwondo sebagai sarana untuk menyalurkan energi positif dan menjaga keseimbangan antara kegiatan fisik dan akademis.

Ketekunan dan komitmen dalam berlatih membawanya terpilih menjadi bagian dari tim taekwondo Kota Jambi. Ia mewakili kota kelahirannya dalam berbagai kejuaraan tingkat kota, daerah, hingga provinsi. Salah satu pencapaian yang paling mengesankan terjadi pada tahun 2023 saat Jovita berhasil meraih medali dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) ke-23 di Jambi. Capaian tersebut menjadi tonggak awal yang memperkuat keyakinannya untuk terus menekuni taekwondo di tengah berbagai kesibukan akademik.

Kemudian, setelah PORPROV, Jovita sempat merasa prestasinya di dunia taekwondo akan berhenti karena dirinya harus merantau ke Surabaya untuk menempuh pendidikan di FH UNAIR. Namun, ternyata kenyataan berkata lain karena di UNAIR, Jovita menemukan rumah baru dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Taekwondo UNAIR. Dukungan dari sesama anggota dan terbukanya kesempatan untuk terus berkembang membuatnya mampu meraih berbagai prestasi tingkat nasional dan internasional. “Saya bersyukur dikelilingi oleh teman-teman yang saling support dan pengurus UKM yang memberi ruang besar bagi siapa pun yang serius ingin berkomitmen,” tambahnya.

Keikutsertaannya dalam kejuaraan internasional di Jepang merupakan hasil dari proses panjang yang telah direncanakan oleh generasi-generasi sebelumnya di UKM Taekwondo UNAIR. Rencana tersebut akhirnya terealisasi pada tahun 2025 melalui kerja keras para pelatih, pengurus, dan atlet. Seleksi internal yang ketat menjadi tahap awal, disusul dengan proses perizinan dan pengajuan dana yang dilakukan secara gotong royong oleh seluruh tim.

Persiapan teknis dilakukan melalui Training Center (TC) yang intensif dan berlangsung setiap hari selama berbulan-bulan. Jadwal padat pagi, sore, dan malam dijalani para atlet tanpa henti. Jovita mengaku mengalami kelelahan fisik dan mental, terutama karena harus menyeimbangkan latihan dengan kesibukan akademik. Ia juga sempat mengalami cedera di bagian pundak dan lutut yang cukup mengganggu aktivitasnya. Namun, semua jerih payah tersebut terbayar lunas ketika akhirnya ia mampu menginjakkan kaki di Jepang dan membawa pulang medali.

“Bagi saya, makna dari medali perak di kategori individual dan medali perunggu di kategori pair pada ajang 21st WATA Open International Taekwondo Championship 2025 sangatlah besar. Rasanya seperti mimpi yang menjadi kenyataan. Sepanjang perjalanan menuju Jepang hingga akhirnya sampai di Osaka, saya merasa seperti sedang bermimpi karena saya tidak pernah membayangkan bisa melakukan hal yang sangat saya cintai di tempat sejauh ini, yaitu Jepang” ujarnya.

Sebagai atlet poomsae taekwondo, Jovita menyadari bahwa meskipun dirinya telah meraih berbagai prestasi, perjalanan untuk mencapai kesempurnaan masih panjang. Ia mengakui bahwa dirinya masih memiliki banyak kekurangan dan celah yang harus dilatih dan diperbaiki. Meskipun telah menyumbangkan beberapa medali, termasuk medali perunggu di Malaysia dan medali emas di ajang KBPP Polri, Jovita tetap merasa ada ruang yang perlu diperbaiki dalam kemampuan dan tekniknya. Dengan tekad yang kuat, Nadia berkomitmen untuk terus berlatih dan berusaha memperbaiki diri.

Baca Juga: Kolaborasi FH UNAIR dan Universitas Gdansk: Bahas Isu Terkini tentang Pengaturan Biofouling

Di akhir, Jovita menyampaikan pesan kepada para mahasiswa dan atlet muda yang ingin mengejar prestasi di dunia bela diri. Menurutnya, kunci keberhasilan terletak pada disiplin, konsistensi, dan kerendahan hati untuk terus belajar. “Kesempatan dan kemampuan datang dari kesungguhan untuk mau dibentuk dan berkembang dalam wadah yang tepat. Libatkan Tuhan dalam setiap langkah, dan hasil terbaik akan datang di waktu yang tak disangka,” pungkasnya. Ia juga mengingatkan bahwa perjalanan menuju sukses bukanlah hal yang instan, dan setiap rintangan merupakan bagian dari proses yang harus dijalani dengan tekun.

Penulis : Angelique Novelyn

Editor : Masitoh Indriani