Humas FH (09/05/2025) | Masyarakat Yuris Muda Airlangga Fakultas Hukum Universitas Airlangga (MYMA FH UNAIR) resmi membuka rangkaian kompetisi Airlangga Law Competition (ALC) 2025, sebuah kompetisi bergengsi yang diikuti oleh mahasiswa mahasiswi hukum dari berbagai universitas di seluruh Indonesia. Acara pembukaan diselenggarakan pada hari Jumat (09/05/2025) di Ruang UDT, Sekolah Pascasarjana, UNAIR, Kampus B. Acara ini menandai dimulainya dua cabang utama kompetisi, yaitu Debat Hukum dan Karya Tulis Ilmiah sebagai agenda utama dalam ALC tahun ini.
Acara pembukaan ALC 2025 dimulai dengan menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya, Hymne Airlangga, dan sambutan dari Maura Amabel selaku Project Officer (PO). Abel menyampaikan terima kasih kepada mahasiswa mahasiswi Fakultas Hukum dari seluruh universitas di Indonesia yang telah mendaftar sebagai peserta ALC tahun 2025. Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh staff ALC dan pihak eksternal lainnya yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan acara dua tahunan ini. Abel berharap dengan persiapan dan tema ALC yang matang, acara ini dapat semakin membakar semangat para peserta untuk meraih kemenangan dan mendapatkan piala bergilir.
For Your Information (FYI), ALC 2025 mengangkat tema “Reforma Hukum Berlandaskan Pilar Visi Indonesia Emas 2025 untuk Mewujudkan Indonesia Berdaulat dan Berkeadilan.” Tema ini dipilih sebagai wujud komitmen staff ALC dalam mendorong mahasiswa mahasiswi Indonesia untuk memahami teori hukum sekaligus merumuskan solusi hukum yang progresif dan aplikatif dalam menjawab tantangan zaman. Melalui tema ini, ALC 2025 mengajak para peserta untuk mengkaji ulang sistem hukum nasional dalam bingkai visi Indonesia Emas 2045 untuk menekankan pentingnya supremasi hukum, keadilan sosial, dan kedaulatan negara.
Memasuki acara utama, terdapat nasional bertajuk “Transisi Energi Berkeadilan Perlindungan Hukum terhadap Masyarakat Hukum Adat dalam Arus Transisi Energi di Indonesia” pun dimulai. Seminar ini menghadirkan tiga pembicara, yaitu Indria Wahyuni, S.H., LL. M., Ph. D selaku Head of Study Center for New and Renewable Energy Law and Policy at Faculty of Law, Airlangga University, Wahyu Eka Setyawan, S. Psi., M.Sc. selaku Director Executive Region WALHI Jawa Timur, dan E. Joeni Kurniawan Arianto Kurniawan, S.H., M.A., Ph. D selaku Associate Professor and Director of Center for Legal Pluralism (CLeP) at Faculty of Law, Airlangga University.
Baca Juga: Marsha Alycia, Duta Berbakat FH UNAIR 2024 Kembali Ukir Prestasi di Kejurprov Kick Boxing Indonesia (KBI) Jawa Timur 2025
Seminar ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang mendalam kepada masyarakat secara luas mengenai pentingnya perlindungan hukum bagi masyarakat hukum adat di tengah proses transisi energi yang sedang berlangsung di Indonesia. Para pembicara menggarisbawahi perlunya pendekatan hukum yang adil, inklusif, dan berbasis Hak Asasi Manusia (HAM) guna memastikan bahwa proses transisi menuju energi baru dan terbarukan tidak mengorbankan hak-hak komunitas adat yang selama ini bergantung pada wilayah dan sumber daya alam tradisional mereka. Pun, seminar ini juga bermanfaat bagi peserta lomba debat dan karya tulis ilmiah sebagai bekal pengetahuan kontekstual yang relevan dalam menyusun argumen dan analisis hukum yang kritis.
Penulis : Angelique Novelyn
Editor : Masitoh Indriani




