Universitas Airlangga Official Website

Bahasa dan Sastra Inggris Gelar Exhibition of Children’s Literature

Salah satu poster dalam Exhibition of Children’s Literature (Foto: Saniyyah)

Penulis: Saniyyah | Editor: Cahyaning Safitri

Sekelompok mahasiswa dari Departemen Bahasa dan Sastra Inggris, Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Universitas Airlangga (UNAIR) sukses menggelar Exhibition of Children’s Literature pada Senin (5/6/2023) lalu. Pameran sastra anak bertajuk “Once Upon a Child” tersebut sukses digelar di lobby utama FIB selama tiga hari berturut-turut, yakni mulai tanggal 5-7 Juni 2023.

Exhibition of Children’s Literature merupakan bagian dari tugas akhir mata kuliah Children’s Literature yang ada di Departemen Bahasa dan Sastra Inggris. Sehubungan dengan hal tersebut, pengajar dan peserta mata kuliah ini merasakan perlunya memperkenalkan ragam isu yang berkaitan dengan sastra anak kepada khalayak umum. Oleh karena itu, pameran poster sastra anak digelar sebagai output dari mata kuliah tersebut.

“Pameran poster bertajuk “Once upon a Child” bertujuan agar penyelenggara dan pengunjung dapat mengenang dan merasakan kembali memori masa kecil yang tak ‘kan terulang kembali. Melalui pameran tersebut, kami juga membahas berbagai isu yang berkaitan dengan sastra anak, seperti hubungan antar ibu dan anak, parenting, dan gender stereotypes,” ujar Alisyah P. Ramadhina selaku ketua penyelenggara pameran.

Selanjutnya, adapun partisipan dalam pameran ini adalah dosen pengajar mata kuliah Children’s Literature, yaitu Dra. Nur Wulan, M.A., PhD., seluruh mahasiswa peserta mata kuliah Children’s Literature, dan pengunjung dari berbagai jurusan di Fakultas Ilmu Budaya. Sebagian kecil pengunjung juga ada yang berasal dari Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip), Fakultas Vokasi, dan Fakultas Psikologi.

Sastra Anak sebagai Pembentuk Karakter Anak

Dalam wawancara tersebut, ketua penyelenggara pameran mengatakan bahwa tak hanya sekadar menampilkan poster, pengunjung dalam pameran ini dipersilahkan memberikan penilaian terhadap 5 poster terbaik dengan cara menempelkan stiker pada poster yang disukai. Pengunjung juga dapat menuliskan tanggapan atau feedback melalui sticky notes yang telah disediakan. Beberapa cookies dan minuman pun diberikan secara gratis sebagai bentuk apresiasi kepada pengunjung.

“Dengan mempelajari Children’s Literature dan menggelar pameran ini, diharapkan mahasiswa dapat memahami pentingnya sastra anak dalam membentuk karakter dan perkembangan literasi anak. Semoga mahasiswa menjadi semakin pedulidengan sastra anak dan menghargai kenangan indah yang terjadi di masa kecil. Mungkin dulu sewaktu kecil, kita melihat segala sesuatu dengan sederhana,” tutur Alisyah.

Lanjutnya, setelah dewasa dan mengenal sastra anak, akan membuat lebih paham mengenai cara orang tua mendidik anaknya. Tandasnya, juga paham bahwa orang tua seringkali membelikan barang anaknya dengan warna sesuai gender.

“Banyak barang-barangku yang berwarna pink sebab aku perempuan. Sekarang aku sadar bahwa anak-anak seharusnya dikenalkan dengan berbagai warna. Tidak perlu berdasarkan gender mereka,” papar Alisyah.

Dosen pengajar mata kuliah Children’s Literature, Dra. Nur Wulan, M.A., PhD juga memberikan tanggapannya atas diselenggarakannya pameran sastra anak ini. Ia berharap semoga exhibition ini bisa menjadi ajang untuk mengasah keterampilan bekerjasama, leadership, dan komunikasi mahasiswa dimana tiga hal tersebut merupakan keterampilan utama yang dibutuhkan di abad 21,” ucapnya.

Di akhir sesi wawancara, Alisyah membagikan satu kutipan kalimat berikut. “One of the luckiest things that can happen to you in life is, I think, to have a happy childhood” –Agatha C.