Surabaya, 28 Juli 2025 – Dunia kampus kerap kali menjadi tantangan baru bagi mahasiswa baru yang belum pernah bersentuhan langsung dengan ritme akademik dan sosial di lingkungan perguruan tinggi. Menjawab keresahan tersebut, Sanggar Budaya Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga (FIB UNAIR) mengadakan kegiatan bertajuk “Diskusi & Sharing Mahasiswa Baru FIB UNAIR 2025”, yang digelar pada Senin, 28 Juli 2025, bertempat di Pendopo FIB UNAIR.
Acara ini diinisiasi untuk menciptakan ruang diskusi terbuka dan hangat bagi mahasiswa baru agar mereka bisa berbagi keresahan, bertanya langsung pada senior, dan membangun semangat baru dalam menghadapi awal masa kuliah. Dengan mengusung suasana kekeluargaan yang inklusif dan ramah, acara ini sukses membangun semangat solidaritas antargenerasi mahasiswa.
Ketua pelaksana kegiatan, Arif Yahya Widi Pranoto, menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah bentuk kepedulian terhadap proses adaptasi mahasiswa baru yang seringkali merasa canggung dan asing di lingkungan kampus. “Kami ingin para maba tahu bahwa mereka tidak sendiri. Di FIB, mereka punya banyak teman, kakak tingkat, dan wadah yang siap membantu proses adaptasi agar lebih nyaman dan menyenangkan,” ujarnya saat membuka acara.
Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber inspiratif yang juga merupakan sosok berpengaruh di lingkungan kampus, yaitu M. Izzudin Ma’ruf, alumni FIB UNAIR angkatan 2023, dan Melvin Hermawan, Wakil Presiden BEM UNAIR. Keduanya membagikan pengalaman dan refleksi seputar kehidupan kampus, mulai dari proses adaptasi awal, pentingnya aktif dalam organisasi, hingga strategi menghadapi dinamika kuliah. Diskusi ini dimoderatori oleh Mukhlis, mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia angkatan 2022, yang membawakan jalannya acara dengan gaya santai namun tetap berbobot.
Selain membahas sisi akademik, para narasumber juga menyoroti pentingnya menjaga kesehatan mental, menjaga hubungan sosial yang sehat, serta kemampuan mengelola waktu dan tekanan. Dalam sesi tanya jawab, beberapa mahasiswa baru mengungkapkan keresahan mereka tentang kesulitan membedakan dosen dan staf kampus, serta kekhawatiran menghadapi sistem perkuliahan yang berbeda dengan SMA.
“Jadi maba tuh rasanya kayak masuk ke dunia baru. Seru, tapi juga bikin bingung. Tapi tenang aja, kalian gak sendiri. Banyak dari kami juga dulu mengalami hal yang sama,” ujar Melvin Hermawan yang disambut dengan tawa hangat dari para peserta.
Acara berlangsung dari pukul 14.00 hingga 17.30 WIB, dan diakhiri dengan sesi foto bersama serta ramah tamah. Diskusi ini tidak hanya memberikan pencerahan bagi mahasiswa baru, tetapi juga menjadi momen penguatan identitas sebagai bagian dari keluarga besar FIB UNAIR.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan mahasiswa baru tidak hanya lebih siap secara akademik, tetapi juga lebih kuat secara mental, sosial, dan emosional dalam menjalani perjalanan intelektualnya. Acara ini sekaligus menjadi wujud nyata semangat kolaboratif dan kekeluargaan khas FIB UNAIR, yang terus mendorong mahasiswanya untuk bertumbuh bersama dalam suasana yang hangat, suportif, dan membangun.




