Universitas Airlangga Official Website

EDSA: Rumah Bagi Mahasiswa Bahasa dan Sastra Inggris 

EDSA FIB UNAIR dengan gaya khasnya (Foto: Dok. Narasumber)

FIB NEWS – English Department Students Association (EDSA) Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga (FIB UNAIR) merupakan himpunan yang menaungi mahasiswa program studi Bahasa dan Sastra Inggris. Organisasi ini tidak hanya hadir di UNAIR, tetapi juga tersebar di berbagai universitas di Indonesia. 

Ketua Himpunan Mahasiswa Bahasa dan Sastra Inggris, Alya Supandi Putri, menyebutkan bahwa EDSA menjadi kebanggaan mahasiswa Bahasa dan Sastra Inggris karena hari jadinya dirayakan secara nasional. “EDSA bukan hanya sekadar organisasi, tetapi juga rumah bagi mahasiswa Bahasa dan Sastra Inggris untuk berkembang,” ujar Alya.

Wadah Akademik dan Nonakademik Mahasiswa 

Sebagai himpunan mahasiswa, EDSA berperan dalam mendukung mahasiswa baik dalam aspek akademik maupun nonakademik. Alya menjelaskan bahwa EDSA menyediakan berbagai fasilitas untuk menunjang pembelajaran, termasuk program studi lintas mata kuliah seperti entrepreneurship yang tetap diajarkan oleh dosen. Program ini membantu mahasiswa mengembangkan keterampilan di luar bidang sastra. Selain itu, organisasi ini juga berfungsi sebagai ruang aspirasi. Mahasiswa dapat menyampaikan kritik dan saran untuk pengembangan program studi melalui EDSA.

“EDSA berusaha menyediakan peluang yang sulit digapai oleh mahasiswa secara mandiri. Kami hadir sebagai jembatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi mereka di tingkat yang lebih luas,” tegas Alya.

Program Unggulan dan Branding EDSA

Sebagai organisasi yang aktif, EDSA memiliki berbagai program kerja unggulan. Beberapa di antaranya adalah Days with EDSA (DATE), program orientasi mahasiswa baru yang mencakup pengenalan program studi hingga pengabdian masyarakat. Ada juga E-Nite, acara tahunan di Gedung Cak Durasim, Surabaya yang menampilkan drama musikal, serta Shakesperior, kompetisi esai, debat, dan olimpiade Bahasa Inggris bagi siswa SMA/SMK se-Jawa Timur. “Program ini menjadi wadah mahasiswa untuk menyalurkan bakat dan berjejaring dengan komunitas eksternal,” tutur Alya.

Selain program internal, EDSA juga aktif dalam kegiatan sosial. Salah satunya adalah Ramadan in Charity with EDSA (RICE) yang berkolaborasi dengan BSO Seni Kerohanian Islam (SKI). Program lain adalah ELPT Preparation, yang bekerja sama dengan Pusat Bahasa dan Multibudaya Universitas Airlangga. Kehadiran EDSA di media sosial juga menjadi bagian dari branding organisasi ini. Dengan platform seperti Instagram (@edsaunair), TikTok, YouTube, serta E-Cast (Podcast di Spotify), EDSA terus memperluas jangkauannya.

Harapan dan Masa Depan EDSA

Dengan semangat Inovatif, Inklusif, dan Inspiratif, EDSA terus berkembang sebagai organisasi yang mendukung mahasiswa Sastra Inggris mencapai potensinya. Alya berharap mahasiswa dapat memanfaatkan EDSA sebagai sarana untuk menggali potensi akademik dan nonakademik. “Kami ingin EDSA menjadi ruang yang memungkinkan mahasiswa menggapai impian mereka,” pungkasnya.

Ke depannya, EDSA berencana memperluas kerja sama dengan pihak eksternal. Hal ini bertujuan untuk memberikan lebih banyak peluang bagi mahasiswa. Sebagai penutup, Alya menekankan bahwa EDSA akan terus berinovasi. EDSA berkomitmen menghadirkan program-program yang tidak hanya relevan dengan kebutuhan mahasiswa, tetapi juga bermanfaat bagi masyarakat luas.

Dengan berbagai programnya, EDSA FIB UNAIR turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Secara khusus, organisasi ini berkontribusi dalam poin 4 (Pendidikan Berkualitas), 5 (Kesetaraan Gender), 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan), dan 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

Penulis: Vera Audicha Putri

Editor: Selly Imeldha