FIB NEWS – Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga (FIB UNAIR) kembali menggelar salah satu acara terbesar tahunannya, Festival Budaya 2024. Acara yang bertemakan Abimantrana Panji Nusantara ini menampilkan kekayaan budaya lokal yang kerap terlupakan oleh generasi muda. Melalui Humanities Podcast (Humanicast), Ketua pelaksana, Cahya Surya Laksana Gunawan, mahasiswa Bahasa dan Sastra Jepang angkatan 2022, mengungkapkan bahwa tema tahun ini diangkat untuk memperkenalkan cerita Panji Nusantara sebagai warisan budaya asli Indonesia.
“Kisah Panji Nusantara memiliki kedalaman nilai budaya yang tidak kalah dengan kisah Mahabharata dan Ramayana,” ujar Cahya dalam podcast Humanicast yang dipandu oleh Ilham Baskoro, mahasiswa Ilmu Sejarah. “Abimantrana sendiri berarti berkah atau restu. Kami berharap nilai-nilai Panji Nusantara dapat menjadi inspirasi dan berkah bagi generasi muda dalam memajukan kebudayaan,” tambahnya.
Festival Budaya 2024 memiliki keunikan tersendiri dibandingkan tahun sebelumnya. Jika pada 2023 fokus pada seni wayang dengan tema Ratimaya Arunika, tahun ini perhatian tertuju pada seni pertunjukan yang mencakup kolaborasi musik, tari, drama, dan cerita Panji. Selain itu, seminar mengenai Panji Nusantara juga turut diadakan dengan menghadirkan narasumber ahli di bidang konservasi budaya.
Kegiatan lainnya adalah Festival Seni Pertunjukan Remaja yang mengundang siswa SMA untuk tampil membawakan cerita Panji Nusantara. “Ini langkah strategis untuk memperkenalkan FIB kepada generasi muda dan menunjukkan bahwa tradisi dan modernitas bisa berjalan beriringan,” jelas Cahya.
Namun, pelaksanaan acara sebesar ini tidak lepas dari berbagai tantangan. “Mulai dari perizinan, pendanaan, hingga cuaca menjadi kendala utama,” ungkap Cahya. Meski begitu, berkat kolaborasi dengan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI dan dukungan penuh dari FIB UNAIR, semua hambatan dapat diatasi.
Dekan FIB UNAIR turut memberikan dukungan penuh melalui bimbingan dan masukan bagi panitia. “Kami berterima kasih atas dukungan luar biasa dari fakultas yang membantu kami mengembangkan soft skill untuk masa depan,” ujar Cahya.
Cahya berharap Festival Budaya UNAIR dapat terus menjadi sarana pelestarian budaya Indonesia dan memperkuat branding FIB sebagai fakultas yang unggul tidak hanya di bidang akademik tetapi juga non-akademik. “Kami ingin menggaungkan budaya Indonesia yang sering dianggap remeh dan menunjukkan bahwa modernitas dapat bersinergi dengan nilai-nilai tradisional,” tutupnya.
Festival Budaya 2024 menjadi bukti nyata komitmen FIB UNAIR dalam melestarikan dan mempromosikan budaya nusantara. Kegiatan ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 4, yaitu quality education. Video selengkapnya dapat di lihat pada tautan berikut: https://www.youtube.com/watch?v=OiS6aV8nyFI&t=1s




